Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menlu Rusia dan Turki Berbicara Pasca Pemulangan 5 Komandan Ukraina

📅 Senin, 10 Jul 2023, 12:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menlu Rusia dan Turki Berbicara Pasca Pemulangan 5 Komandan Ukraina Doc: Sol TV
Ket. Foto kolase: Menteri Luar Negeri Turki Fidan (kanan) dan Menteri Luar Negeri Rusia Lavrov.

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Rusia dan Turki berbicara melalui telepon pada Minggu (9/7), sehari setelah Ankara membuat marah Moskow karena memulangkan lima komandan Ukraina saat kunjungan Presiden Volodymyr Zelenskyy. Rusia menyebutnya pelanggaran perjanjian pertukaran tahanan.

Kementerian Luar Negeri Rusia dan Turki mengatakan, Sergei Lavrov dan Hakan Fidan membahas situasi di Ukraina, serta perjanjian ekspor biji-bijian Laut Hitam yang mencabut blokade de facto Rusia di pelabuhan Ukraina tahun lalu.

Moskow telah mengancam akan menghentikan kesepakatan ekspor biji-bijian ketika akan diperbarui pada 17 Juli. Permintaan untuk memfasilitasi penjualan biji-bijian dan pupuknya sendiri belum terpenuhi.

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan pada Sabtu, dia menekan Rusia untuk memperpanjang kesepakatan, yang ditengahi tahun lalu oleh Ankara dan PBB.

Kemlu Rusia mengatakan kedua belah pihak fokus pada perkembangan terakhir di sekitar Ukraina, termasuk komandan unit Azov Ukraina yang kembali ditahan oleh Ankara, yang mempertahankan pabrik baja di kota pelabuhan Mariupol Ukraina tahun lalu.

Rusia merebut kota itu tahun lalu setelah menghancurkannya, menewaskan ribuan warga sipil dalam pengepungan selama tiga bulan. Unit Azov memimpin pertahanan kota, bertahan di pabrik baja selama berminggu-minggu sampai mereka diperintahkan oleh Kiev untuk menyerah.

Komandan Azov yang ditangkap, dianggap sebagai pahlawan di Ukraina dan difitnah di Rusia, dibebaskan dalam pertukaran tahanan pada September lalu, dengan ketentuan yang mengharuskan mereka untuk tinggal di Turki sampai perang berakhir. Zelenskyy membawa mereka pulang pada Sabtu kemarin setelah berkunjung ke Turki.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada Sabtu bahwa Turki telah melanggar perjanjian dengan mengizinkan pembebasan mereka, dan telah gagal memberi tahu Rusia sebelumnya.

Ankara belum berkomentar secara terbuka tentang keputusan memulangkan mereka. Kepresidenan Turki dan kementerian luar negeri tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Truk Trailer Alami Kecelaka...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.