Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anggaran Pendidikan Harus Difokuskan untuk Perbaikan Daya Saing Tenaga Kerja

📅 Kamis, 06 Jul 2023, 00:03 WIB | Oleh:
Anggaran Pendidikan Harus Difokuskan untuk Perbaikan Daya Saing Tenaga Kerja Doc: ISTIMEWA
Ket. WIBISONO HARDJOPRANOTO Pengamat Ekonomi dari Ubaya - Penting untuk memperhatikan kualitas SDM kita, sehingga dana yang ada hendaknya difokuskan untuk mengejar ketertinggalan dibanding negara-negara lain.

JAKARTA - Penggunaan anggaran pendidikan harus difokuskan untuk memperbaiki daya saing tenaga kerja. Hal ini mesti dilakukan karena sumber daya manusia (SDM) sebagai pelaku pembangunan adalah kunci utama untuk mengejar ketertinggalan dan bersaing dalam ekonomi global.

"Penting untuk memperhatikan kualitas SDM kita, sehingga dana yang ada hendaknya difokuskan untuk mengejar ketertinggalan dibanding negara-negara lain karena kuncinya jika kita ingin industri manufaktur tumbuh adalah modal dan SDM," kata pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Wibisono Hardjopranoto, kepada Koran Jakarta, Rabu (5/7).

Kalau modal asing mau masuk, tambah Wibisono, harus disambut dengan kesiapan daya saing, terutama faktor SDM yang menjadi penentu. Tapi kalau SDM belum siap, akan percuma. Anggaran harus disiapkan agar output dari sistem pendidikan nanti tidak hanya sudah siap kerja, tapi harus inovatif dan tangguh. Karena ke depan, persaingan global itu semakin ketat.

Memang peringkat daya saing Indonesia sudah ada perbaikan, tapi masih kalah dengan negara tetangga seperti Vietnam, apalagi dengan Singapura.

Competitive advadtage tenaga kerja bukan sekadar masalah upah, tapi yang lebih utama adalah produktivitas, harus bisa mencapai yang dipatok perusahaan. Pada sisi lain, pemerintah juga harus memfasilitasi daya saing sektor manufaktur dan UMKM agar menghasilkan competitive dan comparative advantage dari negara lain, salah satunya dengan persaingan yang adil.

Kualitas Pendidikan

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengeklaim kualitas pendidikan di Indonesias meningkat dalam 20 tahun terakhir.

"Dalam 20 tahun terakhir, prioritas pendidikan Indonesia difokuskan pada perbaikan prestasi dan juga sarana prasarana fisik, bangunan, dan gedung sekolah," kata Menkeu pada acara Inclusive Lifelong Learning Conference (ILLC), di Badung, Bali, Rabu (5/7).

Menkeu mengatakan sejak tahun 2005, pemerintah memberikan dana hibah untuk Bantuan Operasinal Sekolah (BOS). Bantuan ini diberikan secara langsung agar sekolah di Indonesia bisa memberikan pembelajaran dan mengelola sumber daya secara optimal.

Sejak 2014, siswa dari keluarga miskin dan rentan juga diberikan beasiswa melalui Program Indonesia Pintar. Bantuan ini berupa transfer tunai agar keluarga dapat memastikan mereka mendapatkan akses pendidikan dasar secara layak.

Pada tahun 2019, pemerintah mulai melakukan reformasi model pendidikan dengan menyusun Program Merdeka Belajar. Melalui program ini, siswa dapat memiliki kebebebasan untuk memilih dan melakukan padu padan dengan dunia industri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.