Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polandia Akan Tingkatkan Keamanan di Perbatasan Belarusia

📅 Selasa, 04 Jul 2023, 08:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polandia Akan Tingkatkan Keamanan di Perbatasan Belarusia Doc: Freshnewsasia/Reuters
Ket. Penjaga Perbatasan Polandia mengatakan, 187 orang mencoba menyeberang secara ilegal ke Polandia dari Belarusia pada Sabtu

WARSAWA - Polandia pada Minggu (2/7) mengatakan akan mengirim 500 polisi untuk meningkatkan keamanan di perbatasannya dengan Belarusia untuk mengatasi peningkatan jumlah migran yang menyeberang serta potensi ancaman setelah kelompok tentara bayaran Wagner pindah ke Belarusia.

"Karena situasi tegang di perbatasan dengan Belarusia, saya telah memutuskan untuk memperkuat pasukan kami dengan 500 petugas polisi Polandia dari unit pencegahan dan kontra-terorisme," tulis Menteri Dalam Negeri Mariusz Kaminski di akun Twitternya, dikutip dari Freshnewsasia.

Pasukan polisi akan bergabung dengan 5.000 penjaga perbatasan dan 2.000 tentara dalam mengamankan perbatasan, katanya.

Polandia menuduh Belarusia secara artifisial menciptakan krisis migran di perbatasan sejak 2021 dengan menerbangkan orang-orang dari Timur Tengah dan Afrika dan berusaha mendorong mereka melintasi perbatasan.

Penjaga Perbatasan Polandia, Minggu mengatakan, 187 orang mencoba menyeberang secara ilegal ke Polandia dari Belarusia pada Sabtu. Jumlahnya terus bertambah dalam beberapa bulan terakhir, meskipun jauh di bawah pada 2021.

Seorang juru bicara Penjaga Perbatasan Polandia mengatakan patroli Polandia di perbatasan juga menghadapi perilaku yang lebih agresif dalam dua bulan terakhir karena jumlah migran meningkat.

"Kelompok itu lebih agresif. Ada banyak serangan terhadap patroli Polandia. Tujuh belas kendaraan rusak tahun ini, 13 di antaranya pada bulan Juni saja," kata juru bicara Penjaga Perbatasan Anna Michalska.

Wakil Menteri Koordinator Layanan Khusus Stanislaw Zaryn mengatakan kepada Reuters, kehadiran keamanan yang lebih besar juga sebagai respons atas pemindahan tentara bayaran kelompok Wagner ke Belarusia.

Keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menawarkan pasukan Wagner untuk pindah ke iaBelarus telah menyebabkan ketakutan di negara-negara NATO timur. Kehadiran mereka dianggap akan menyebabkan ketidakstabilan yang lebih besar di wilayah tersebut.

"Masih menjadi masalah analisis dan hipotesis apakah kelompok Wagner akan terlibat dalam destabilisasi Polandia dan juga akan aktif mengoordinasikan rute migrasi," kata Zaryn kepada Reuters melalui telepon.

"Kami anggap Wagner tidak pergi ke Belarusia untuk memulihkan diri, tetapi untuk menjalankan misi. Misi ini dapat ditujukan ke Polandia, tetapi juga melawan Lithuania atau Ukraina," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

49 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.