Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kapal Selam Pertama Diciptakan untuk Pelajari Lingkungan Laut

📅 Selasa, 04 Jul 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Kapal selam kayu Drebbel paling baik dicirikan sebagai perahu dayung kayu bundar bergaya kano. Buritannya tampak seperti sirip ikan raksasa, dan dayungnya menonjol langsung menembus lambung kapal.

Di Sungai Thames, kapal melakukan penyelaman perdananya. Sementara para pendayung memastikan bahwa perahu itu bergerak. Masih belum diketahui secara resmi bagaimana awak kapal mendapatkan udara untuk bernafas.

Cornelis Drebbel lalu mencoba membujuk Angkatan Laut Kerajaan Inggris untuk menggunakan kapal selamnya dalam pertempuran laut. Terlepas dari hubungannya dengan keluarga kerajaan, angkatan laut tidak tertarik dengan proposal ini.

Kapal selam Drebbel bekerja dengan kantung yang sangat besar yang terbuat dari kulit babi. Kantung ini akan dikosongkan saat untuk mengapung di udara dan akan diisi air agar tenggelam. Hal ini memungkinkan kapal untuk turun atau naik di dalam air. Kapal selam kayu berlambung ganda memiliki lubang yang ditutup dengan kulit tahan air, tempat dayung ditempatkan.

Perahu atau kapal selam ketiga dan terbesar yang dikembangkan oleh Cornelis Drebbel dapat menampung 16 orang, termasuk 12 pendayung. Lambungnya dilapisi dengan kulit yang diminyaki untuk memberikan kedap air.

Beberapa catatan menunjukkan bahwa ada pipa panjang di perahu yang bisa mencapai permukaan untuk menyediakan udara bagi para pendayung. Ada juga bukti bahwa Drebbel menciptakan reaksi kimia dengan memanaskan potasium nitrat yang menghasilkan oksigen bagi para pendayung.

Oksigen dari Pembakaran

Menurut legenda, para kru menghabiskan hampir tiga jam di bawah air. Drebbel pasti telah mempertimbangkan untuk menambahkan oksigen segar ke bejana tahan air. Ada beberapa hipotesis untuk ini, tetapi yang paling masuk akal adalah ketika sendawa atau nitrat, dipanaskan, oksigen dilepaskan.

sebelumnya Drebbel sering mengerjakan alkimia untuk mendukung awak kapal bekerja di dalam kapal selam pertama. Alkimia adalah protosains yang menggabungkan unsur-unsur kimia, fisika, astrologi, seni, semiotika, metalurgi, kedokteran, mistisisme, dan agama.

Jadi gagasannya menyediakan oksigen untuk bernafas tidak asing dengan sendirinya. Namun hal ini masih spekulatif karena tidak ada yang benar-benar ditulis tentang penemuannya dan desas-desus tentangnya disebarkan secara lisan, sehingga legenda seputar kapal selam ini masih belum jelas.

Setelah membuat kapal selam, karier Cornelis akhirnya dilanjutkan pada ilmu kimia. Dia kemudian mengerjakan bahan peledak untuk Royal Navy. Sebagai orang Belanda, Drebbel telah menempuh perjalanan yang luar biasa di Inggris. Ia tinggal di Inggris untuk waktu yang cukup lama sebelum meninggal di London pada 7 November 1633.

Atas jasanya dalam mengharumkan Belanda, beberapa kota di negara itu seperti Amsterdam, Delft, Alkmaar, dan Den Haag, memiliki jalan sesuai namanya. Sebuah kawah di Bulan juga dinamai Cornelis Drebbel untuk menghormatinya. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Bapanas: Realisasi Distribu...

Sentimen Negatif Dominan, 14 Juli 2026

48 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Sentimen Negatif Dominan, 1...

Laporta Tegaskan Raphinha Bertahan di Barcelona

53 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Laporta Tegaskan Raphinha B...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.