Faktor-faktor yang Meningkatkan Risiko Serangan Jantung
📅 Minggu, 02 Jul 2023, 10:20 WIB | Oleh: Rivaldi Dani Rahmadi
Doc: Istimewa
Serangan jantung sebelumnya dikaitkan dengan usia tua. Namun, menurut statistik terbaru, infark miokard dapat terjadi pada usia berapa pun, dan orang dewasa yang lebih muda berusia 20-an dan 30-an juga berisiko tinggi.
Diperkirakan satu dari setiap lima serangan jantung terjadi di bawah usia 40 tahun. Hal ini disebabkan karena orang-orang mengembangkan faktor-faktor yang terkait dengan serangan jantung seperti diabetes dan hipertensi jauh lebih awal daripada sebelumnya. Tingginya tingkat obesitas, stres, dan pilihan gaya hidup yang buruk semakin memperparah risiko.
Dilansir dari Medical Daily, berikut sejumlah faktor yang meningkatkan risiko serangan jantung.
1. Hipertensi
Tekanan darah tinggi merupakan prekursor penyakit jantung karena menyebabkan penebalan otot-otot jantung dan membahayakan pembuluh darah. Insiden hipertensi meningkat lebih cepat pada orang dewasa muda daripada orang dewasa yang lebih tua.
Sebaiknya Anda baca juga:
2. Obesitas
Menurut sebuah studi tahun 2018, dengan setiap unit tambahan BMI, risiko tekanan darah meningkat, meningkatkan risiko serangan jantung. Lebih dari 1 dari 3 orang Amerika mengalami obesitas dan prevalensi obesitas sekitar 40 persen di antara orang dewasa berusia 20 hingga 39 tahun.
3. Stres
Sebaiknya Anda baca juga:
Stres meningkatkan peradangan, meningkatkan tekanan darah, dan menurunkan kolesterol baik dalam tubuh. Orang cenderung memiliki pola makan, tidur, dan olahraga yang buruk saat stres. Meskipun umum terjadi pada orang-orang dari segala usia, orang dewasa muda cenderung menghadapi lebih banyak stres dari pekerjaan dan hubungan.
4. Merokok
Penelitian telah menunjukkan bahwa perokok memiliki risiko kematian dini akibat penyakit jantung tiga kali lipat dibandingkan dengan non-perokok. Usia di mana seseorang mulai merokok juga mempengaruhi risiko.
Perokok yang memulai kebiasaan ini sejak dini memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kematian dini akibat serangan jantung. Namun, perokok yang berhenti merokok pada usia 40 tahun dapat mengurangi risiko kematian dini sekitar 90 persen.
5. Pilihan gaya hidup yang buruk
Orang dewasa muda cenderung kurang tidur dan rutinitas kerja, makan lebih banyak makanan yang tidak sehat, dan mungkin mengurangi aktivitas fisik. Faktor-faktor ini berkontribusi terhadap peningkatan kadar kolesterol jahat, yang berkontribusi terhadap serangan jantung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!