Mengagetkan Kebijakan Ini yang Diputuskan, BPBD Bantul Tidak Tetapkan Tanggap Darurat Usai Diguncang Gempa
📅 Sabtu, 01 Jul 2023, 21:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Hery Sidik
Bantul - Mengagetkan ada apa kebijakan ini diambil. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantultidak menetapkan status tanggap darurat bencana usai diguncang gempa bermagnitudo 6,4 yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6,0 yang berpusat di Samudra Hindia selatan DIY, Jumat (30/6), pukul 19.57.43 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Agus Yuli Herwanto di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, mengaku sudah menggelar rapat koordinasi internal bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bantulterkait dengan dampak gempa dan upaya penanganan lebih lanjut untuk mempercepat pemulihan pascagempa di Bantul.
"Dari kondisi tersebut nanti kita laporkan ke Pak Bupati Bantul, bahwa kita tidak menetapkan status tanggap darurat, kemudian kita di BPBD juga tidak membuka pos penerimaan bantuan," katanya.
Salah satu pertimbangan tidak menetapkan status tanggap darurat akibat gempa, kata dia, selain karena kerusakan rumah dan bangunan yang mayoritas kategori ringan dan korban luka ringan, juga setelah gempa tersebut, situasi di Bantul sudah terkondisi oleh BPBD dibantu masyarakat.
"Karena realitas di lapangan listrik tidak padam, komunikasi juga lancar sejak tadi malam, juga tidak ada pemadaman listrik, sehingga komunikasi lancar. Jadi kita tidak menetapkan status tanggap darurat, karena sudah terkondisi dengan baik," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengatakanhal yang menjadi pertimbangan untuk menetapkan status tanggap darurat, yang utama karena kerusakan masifdan pemerintah daerah tidak mampu menangani serta banyak masyarakat terdampak bencana yang membutuhkan bantuan.
Meski demikian, BPBD Bantul tetap akan memberikan bantuan berupa logistik dan permakanan kepada masyarakat yang terdampak, untuk membantu proses pemulihan lebih cepat pascagempa, terutama warga yang rumahnya rusak akibat goncangan gempa.
"Bentuk bantuannya ada permakanan untuk kerja bakti warga, dan bahan bangunan seperti usuk, reng, seng dan semen, tapi sesuai kebutuhan, karena di masyarakat sudah gerak untuk gotong royong, juga dari FPRB saling bergotong royong, dan insyaallah sudah terkondisi dengan baik," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Data BPBD Bantul hingga Sabtu (1/7) menyebutgempa pada Jumat (30/6) malam mengakibatkan kerusakan ringan bangunan yang sebagian besar rumah warga di 76 titik lokasi,tersebar di 20 kelurahan di 13 kecamatan.
"Akan tetapi kerusakannya ringan, ada genting yang melorot, kemudian pagar roboh, semua rusak ringan. Kemudian ada yang meninggal dunia satu orang, itu pun karena kaget, kemudian ada delapan orang luka-luka, dan semua sudah tertangani dengan baik," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!