Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ilmuwan Kembangkan Koyo Bersensor AI untuk Sembuhkan Luka

📅 Rabu, 28 Jun 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Ilmuwan Kembangkan Koyo Bersensor AI untuk Sembuhkan Luka Doc: FOTO : UNIVERSITAS NEGERI SINGAPURA
Ket. Koyo sensor Multiplexed (Petal) berkemampuan AI, tanpa baterai dan berbentuk seperti kertas diintegrasikan dengan mudah dan aman dengan pembalut luka, dan juga dapat disesuaikan untuk berbagai jenis dan ukuran luka.

SINGAPURA - Para peneliti dari National University of Singapore (NUS) dan Agency for Science, Technology and Research's Institute of Materials Research and Engineering (Imre), telah mengembangkan patch atau koyo dengan sensor setipis kertas prangko yang dapat membantu penyembuhan luka.

Dikutip dari The Straits Times, perangkat dengan kemampuan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ini bertujuan memberikan cara yang lebih efisien untuk pemulihan luka, serta meningkatkan perawatan dan pengelolaan luka.

Dijuluki patch sensor multiplexed (Petal) berkemampuan AI tanpa baterai dengan ukuran hanya 1,8 sentimeter kali 1,8 sentimeter. Sebuah makalah tentang inovasi ini telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah Science Advances pada Juni.

"Sering kali jika Anda tidak memiliki cara untuk mengatasi proses penyembuhan luka, terutama untuk luka yang lebih Benjamin Tee dari NUS Institute for Health Innovation and Technology saat jumpa pers pada Senin.

Tee yang merupakan peneliti utama studi tersebut, mengatakan pembalut luka seperti perban dapat menyebabkan infeksi jika tidak dilakukan dengan benar.

"Masalah penanganan luka sangat relevan di masyarakat lanjut usia seperti Singapura, di mana sebagian besar luka dialami oleh mereka yang berusia 80 tahun ke atas," tambahnya.

Penyembuhan luka saat ini biasanya memerlukan pemeriksaan fisik oleh dokter, dengan infeksi luka yang membutuhkan waktu hingga tiga hari untuk dapat didiagnosis.

Dapat Tingkatkan Infeksi

Ini juga membutuhkan pembalut luka yang harus dilepas secara teratur, yang dapat meningkatkan infeksi serta menyebabkan rasa sakit tambahan bagi pasien.

Setiap sensor koyo menampilkan panel berbentuk bunga, dengan masing-masing dari lima kelopaknya berfungsi sebagai sensor untuk salah satu dari lima penanda suhu luka, keasaman, tingkat kelembapan serta keberadaan asam urat dan trimetilamina, senyawa kimia.

Menurut peneliti dari departemen bahan lunak di Imre, Su Xiaodi, ini mencakup spektrum situasi yang luas, memungkinkan penilaian status penyembuhan luka yang lebih komprehensif.

Koyo mengumpulkan cairan dari luka dan mendistribusikannya ke lima sensor, yang berubah warna untuk menunjukkan tingkat indikator ini. Tidak seperti sensor luka yang dapat dikenakan lainnya, Petal tidak memerlukan papan sirkuit cetak atau baterai yang besar.

Para peneliti mencatat percobaan laboratorium menunjukkan patch sensor Petal memiliki tingkat akurasi 97 persen dalam membedakan penyembuhan dan luka bakar kronis dan nonpenyembuhan.

Patch sensor telah diuji pada luka kronis dan luka bakar, dan dapat diadaptasi untuk jenis luka lain dengan memasukkan sensor lain, seperti untuk glukosa atau laktat, tergantung kebutuhan dokter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Asean Harapkan Kemajuan dal...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.