Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Erdogan dan Sekjen NATO Bahas Perkembangan Terakhir Rusia

📅 Senin, 26 Jun 2023, 12:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Erdogan dan Sekjen NATO Bahas Perkembangan Terakhir Rusia Doc: AFP
Ket. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam konferensi pers di KTT NATO pada 30 Juni 2022.

ISTANBUL - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Sekjen Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg, Minggu (25/6), melakukan pembicaraan di telepon membahas perkembangan terakhir di Rusia dan keanggotaan Swedia di NATO, menurut pernyataan Direktorat Komunikasi Turki.

Selama pembicaraan tersebut, ditunjukkan bahwa berakhirnya ketegangan di Rusia "mencegah terjadinya tragedi kemanusiaan yang tidak dapat dibatalkan di wilayah Ukraina," kata pernyataan tersebut.

Disampaikan kepada Stoltenberg bahwa Turki berharap perkembangan terakhir di Rusia akan menjadi "tonggak sejarah baru menuju perdamaian yang adil di Ukraina," lanjut pernyataan itu.

Pernyataan itu menegaskan pula bahwa "Turki mempertahankan sikap konstruktifnya mengenai keanggotaan Swedia tetapi amendemen perundang-undangan tidak akan berarti selama pendukung PKK/PYD/YPG mengorganisasi demonstrasi secara bebas di negeri ini."

Selama 35 tahun lebih melakukan kampanye teror melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40 ribu orang, termasuk perempuan, anak-anak, dan bayi.

Pejabat Turki mengatakan bahwa Swedia mentoleransi dan bahkan mendukung anggota PKK di wilayahnya, dan bahwa langkah yang diambil untuk mengubahnya perlu dibuktikan sebelum dapat bergabung dengan aliansi tersebut.

Selanjutnya, digarisbawahi bahwa "ketidakadilan yang dihadapi dalam konteks F-35 dan upaya untuk mengaitkan permintaan Turki tentang F-16 dengan keanggotaan Swedia akan merugikan NATO dan keamanannya daripada Turki."

Sebelumnya, kelompok paramiliter Wagner menuduh pasukan Rusia, Jumat (23/6), menyerang para pejuangnya sehinggakelompok tersebut kemudian menyeberang dari Ukraina ke kota Rostov-on-Don, Rusia.

Menanggapi hal itu, Dinas Keamanan Federal di Rusia menggugat pidana Wagner untuk "pemberontakan bersenjata." Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pemberontakan Wagner sebagai tindakan "pengkhianatan."

PemimpinWagner Yevgeny Prigozhin kemudian mengemukakan bahwa pejuangnya memutuskan kembali guna menghindari pertumpahan darah ketika berjarak 200 kilometer dari Moskow, sedangkan Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengatakan bahwa dia melakukan pembicaraan dengan pemimpinWagner atas persetujuan Putin, dan Prigozhin menerima kesepakatan de-eskalasi.

Selama beberapa bulan terakhir, Prigozhin telah berulang kali menudingKementerian Pertahanan Rusia dan Menteri Pertahanan Sergey Shoygu karena tidak memasok senjata yang cukup untuk kelompok paramiliter tersebut.


Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.