Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus Obesitas Anak Melonjak, Konsekuensi Kesehatannya Bisa Seumur Hidup

📅 Minggu, 25 Jun 2023, 10:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kasus Obesitas Anak Melonjak, Konsekuensi Kesehatannya Bisa Seumur Hidup Doc: luminishealth.org
Ket. Sebuah laporan pada 2020 menemukan bahwa 14,7 juta anak-anak dan remaja di Amerika Serikat (AS) hidup dengan obesitas.

Christine Nguyen, University of Southern California

Dalam dua dekade terakhir, anak-anak menjadi lebih gemuk dan mengalami obesitas pada usia yang lebih muda. Sebuah laporan pada 2020 menemukan bahwa 14,7 juta anak-anak dan remaja di Amerika Serikat (AS) hidup dengan obesitas.

Karena obesitas adalah sebuah faktor risiko yang diketahui sebagai masalah kesehatan serius, peningkatannya yang pesat selama pandemi COVID-19 menjadi peringatan keras.

Tanpa intervensi, banyak remaja yang obesitas akan tetap obesitas saat dewasa. Bahkan beberapa anak akan mengalami masalah kesehatan yang serius sejak sebelum usia remaja.

Untuk mengatasi masalah ini, pada awal tahun 2023, American Academy of Pediatrics merilis pedoman manajemen obesitas baru yang pertama dalam 15 tahun.

Saya seorang ahli gastroenterologi pediatrik (gangguan pencernaan anak yang merawat pasien anak di rumah sakit umum terbesar di California, AS, dan saya menyaksikan adanya tren yang jelas selama 2 dekade terakhir.

Pada awal-awal praktik, saya hanya sesekali melihat seorang anak dengan komplikasi obesitas; sekarang saya melihat banyak kasus serupa setiap bulan. Beberapa dari anak-anak ini mengalami obesitas parah dan sebagian dari mereka mengalami komplikasi kesehatan yang memerlukan penanganan dari berbagai dokter spesialis.

Pengamatan ini yang melatarbelakangi laporan saya untuk California Health Equity Fellowship di University of Southern California.

Penting untuk diperhatikan bahwa tidak semua anak yang kelebihan berat badan berarti tidak sehat. Namun, bukti menunjukkan bahwa obesitas, terutama obesitas berat, membutuhkan pengkajian lebih lanjut.

Bagaimana mengukur obesitas

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan obesitas sebagai "penumpukan lemak abnormal atau berlebihan yang menimbulkan risiko bagi kesehatan".

Mengukur komposisi lemak memerlukan peralatan khusus yang tidak tersedia di klinik biasa. Oleh karena itu, sebagian besar dokter menggunakan ukuran tubuh untuk mengukur obesitas.

Salah satu metode yang digunakan adalah Indeks Massa Tubuh, atau BMI, perhitungan berdasarkan tinggi dan berat badan anak dibandingkan dengan teman sebaya yang usia dan jenis kelaminnya sama. BMI tidak mengukur lemak tubuh, tetapi BMI yang tinggi dianggap berkorelasi dengan total lemak tubuh.

Menurut American Academy of Pediatrics, seorang anak memenuhi syarat kelebihan berat badan jika BMI-nya antara persentil ke-85 dan ke-95. Obesitas didefinisikan sebagai BMI di atas persentil ke-95.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.