Bumi Semakin Panas, Berapa Lama Bumi Akan Bertahan?
📅 Selasa, 20 Jun 2023, 11:35 WIB | Oleh: Tim PenulisKetika memikirkan masa depan, kita tahu ada dua faktor penting yang dibutuhkan manusia untuk hidup di Bumi: matahari dan perubahan lingkungan.
Pertama, Matahari menyediakan sebagian besar energi yang dibutuhkan makhluk Bumi. Tumbuhan menggunakan sinar matahari untuk tumbuh dan menghasilkan oksigen. Hewan dan manusia, secara langsung atau tidak langsung bergantung pada tumbuhan untuk mendapatkan makanan dan oksigen.
Hal lain yang membuat Bumi layak huni untuk kehidupan adalah permukaan planet kita terus bergerak dan bergeser. Lingkungan permukaan yang terus berubah ini menghasilkan pola cuaca dan perubahan kimiawi di lautan dan daratan sehingga kehidupan di Bumi bisa berevolusi.
Pergerakan potongan-potongan raksasa dari lapisan luar Bumi yang disebut lempeng, didorong oleh panas di bagian dalam atau perut Bumi. Sumber ini akan membuat perut Bumi tetap panas selama miliaran tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jadi, apa yang akan berubah? Para ilmuwan memperkirakan bahwa Matahari akan terus bersinar selama 5 miliar tahun. Namun, pancarannya akan semakin terang, dan semakin menghangatkan Bumi.
Pemanasan ini berlangsung sangat lambat sehingga kita tidak akan menyadarinya. Sekitar satu miliar tahun lagi, planet kita akan menjadi terlalu panas sehingga lautan tak lagi bisa mendukung kehidupan.
Namun, itu adalah waktu yang sangat lama. Rata-rata masa hidup manusia adalah sekitar 73 tahun, jadi satu miliar adalah lebih dari 13 juta masa hidup manusia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Long after that - about 5 billion years from now - our Sun will expand into an even bigger star that astronomers call a "red giant," which eventually will engulf the Earth. Just as our planet existed for over 4 billion years before humans appeared, it will last for another 4 billion to 5 billion years, long after it becomes uninhabitable for humans.
Lama setelah itu, sekitar 5 miliar tahun dari sekarang, Matahari akan mengembang menjadi bintang yang lebih besar lagi. Para astronom menyebutnya sebagai "raksasa merah" yang pada akhirnya akan menelan Bumi.
Seperti halnya Bumi yang sudah ada lebih dari 4 milyar tahun sebelum manusia ada, Bumi juga akan bertahan selama 4 milyar sampai 5 milyar tahun mendatang. Setelah itu, Bumi tidak bisa dihuni lagi oleh manusia.
Demetrius Adyatma Pangestu dari Universitas Bina Nusantara menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris![]()
Shichun Huang, Associate Professor of Earth and Planetary Sciences, University of Tennessee
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!