Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Patuhi Kode Internasional untuk Perlindungan Wisatawan

📅 Jumat, 16 Jun 2023, 23:38 WIB | Oleh:
Indonesia Patuhi Kode Internasional untuk Perlindungan Wisatawan Doc: ANTARA/HO-Kemenparekraf
Ket. Menparekraf Sandiaga Uno menandatangani kode internasional untuk perlindungan wisatawan yang disusun oleh UNWTO pada saat Konferensi UNWTO di Phnom Penh, Kamboja, Kamis (15/6/2023).

JAKARTA -- Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) resmi mematuhi kode internasional untuk perlindungan wisatawan yang disusun oleh United Nations of World Tourism Organization/Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) sebagai upaya memberikan jaminan keselamatan bagi wisatawan internasional yang ingin bepergian ke berbagai negara termasuk Indonesia.Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat, mengatakan kode ini merupakan komitmen bersama dari anggota UNWTO untuk menjamin keamanan dan keselamatan wisatawan yang berkunjung ke suatu destinasi serta mendorong wisatawan untuk mematuhi dan menghormati adat istiadat yang berlaku di destinasi wisata yang ia kunjungi."Aturan ini bersifat timbal balik. Jadi selain mereka mendapat perlindungan mereka juga harus mematuhi kesepakatan untuk menghargai adat istiadat, budaya, dan kearifan lokal," ujarnya.Ia menjelaskan kode internasional untuk perlindungan wisatawan ini diadopsi oleh Majelis Umum UNWTO pada sidangnya ke-24 di Madrid, Spanyol pada 2021 melalui resolusi 732 (XXIV). Sehingga, pernyataan kepatuhan Indonesia ini dinilai tepat bagi pariwisata Indonesia yang berbasiskan kearifan lokal."Pernyataan kepatuhan ini merupakan komitmen kita bersama untuk memberikan keamanan dan keselamatan bagi wisatawan serta menjamin keutuhan adat istiadat serta tradisi budaya kita," katanya.Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga juga mengajak UNWTO untuk berpartisipasi dalam sejumlah kerja sama dalam upaya meningkatkan kualitas sektor pariwisata di Indonesia.Kerja sama tersebut adalah menciptakan kegiatan berbagi pengetahuan antar pakar/pengelola destinasi terkait penerapan pariwisata berkelanjutan dan cara mengatasi potensi permasalahan, penyelenggaraan pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi para profesional tentang pelatihan yang relevan dengan pemasaran pariwisata dan menyelenggarakan konferensi pemasaran pariwisata.

Serta mengundang pemasar pariwisata global untuk memperluas jaringan dengan pemangku kepentingan global.Ia berharap den

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Posko Siaga PLN Istana Waki...
Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.