Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Studi: Emisi Gas Rumah Kaca Capai Titik Tertinggi, Pemanasan Global Melaju Cepat

📅 Selasa, 13 Jun 2023, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Perhitungan ini membuat kita tahu: sebesar dan secepat apa risiko global untuk melampaui target pembatasan suhu global 1,5°C pada 2030 sesuai Perjanjian Paris.

Kami, dalam laporan perdana ini, juga menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi sejak penilaian IPCC terakhir (laporan penilaian keenam atau disebut AR6) yang mengevaluasi data global per 2019.

Untuk menelaah andil manusia dalam perubahan temperatur, kami harus melacak bagaimana aktivitas-aktivitas manusia di dunia mengganggu aliran energi di Bumi.

Emisi gas rumah kaca yang menumpuk di atmosfer menyebabkan panas terperangkap di Bumi. Sementara itu, partikel merusak seperti sulfat aerosol yang dihasilkan dari pembakaran batu bara mendinginkan Bumi dengan memantulkan cahaya matahari lebih banyak.

Selama beberapa tahun emisi naik signifikan tapi polusi di seluruh dunia justru menurun. Kedua tren ini justru menyebabkan iklim menghangat. Berdasarkan penilaian kami, keduanya menjadi penyebab tingginya laju pemanasan alias sebesar 0,2°C per dekade.

Beberapa tahun ke depan, kami berencana mengajak lebih banyak komunitas sains. Tujuannya agar kita bisa melacak kejadian ekstrem seperti gelombang panas, banjir dan kebakaran hutan maupun lahan seperti yang melanda Kanada.

Rencana ini sudah kami topang dengan hasil pelacakan temperatur harian maksimum yang meningkat di daratan Bumi. Sejauh ini kenaikannya dua kali lipat dari rata-rata. Peningkatannya mencapai 1,74°C dibandingkan temperatur rata-rata pada sekitar abad ke-19.

Kami berharap data ini digunakan oleh beragam pengakses laporan IPCC, seperti utusan iklim negara-negara, agar mereka tahu seberapa besar aksi iklim yang harus dilakukan.

Kami juga menginginkan lebih banyak orang-orang mengakses data iklim terbaru, tepercaya, dan transparan. Metode-metode saintifik di balik data tersebut harus dapat diakses publik. Karena itu, kami membangun dasbor data terbuka yang bisa dilihat oleh semua orang.

Kami juga menginginkan usaha ini dipercaya oleh publik. Oleh sebab itu, kami hanya memaparkan data tanpa melakukan advokasi kebijakan tertentu. Kami mengadopsi jargon IPCC "relevan untuk kebijakan (policy relevant)" bukan "saran kebijakan (policy prescriptive)". Kami mau data yang berbicara agar pembuat kebijakan dapat mengetahui kecepatan perubahan iklim serta merumuskan aksi-aksi penting.

Kami akan terus menerbitkan laporan setiap tahun. Karena itu, kami akan terus melacak tren kenaikan emisi ataupun pemanasan, mungkin juga penurunan emisi secara cepat dan tingkat pemanasan yang melandai. Semuanya tergantung pilihan aksi iklim kita semua.

Apapun yang terjadi, komunitas sains global akan terus memantau dan melaporkan perkembangannya.The Conversation

Piers Forster, Professor of Physical Climate Change; Director of the Priestley International Centre for Climate, University of Leeds

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Nicolas Cage Akhirnya akan ...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.