Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak 'Rebound', Ternyata Ini Penyebabnya

📅 Jumat, 02 Jun 2023, 06:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak 'Rebound', Ternyata Ini Penyebabnya Doc: ANTARA/Shutterstock
Ket. Ilustrasi - Barel minyak hitam dengan panah merah menggambarkan kenaikan harga minyak.

New York - Menguat. Harga minyak mentah berjangka mengalamireboundkuat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), di tengah optimisme atas kesepakatan plafon utang AS yang membantu mengimbangi dampak peningkatan persediaan di negara tersebut menjelang pertemuan OPEC+ pada Minggu (4/6/2023).

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli terangkat 2,01 dolar AS atau 2,95 persen, menjadi menetap di 70,10 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus meningkat 1,68 dolar AS atau 2,31 persen, menjadi ditutup pada 74,28 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Kedua harga acuan pulih dari kerugian dua sesi berturut-turut setelah DPR meloloskan RUU pada Rabu (31/5/2023) malam untuk menangguhkan plafon utang pemerintah AS dan meningkatkan peluang untuk menghindari gagal bayar. Undang-undang sekarang pindah ke Senat.

"Optimisme pada kesepakatan utang tampaknya memungkinkan pasar minyak untuk mencoba bertahan meskipun masih terlihat rentan," kata Phil Flynn, analis senior di The PRICE Futures Group.

Harapan untuk Amerika Serikat menghindari gagal bayar utang "membantu pasar mengabaikansnapbackbesar dalam pasokan minyak mentah AS," kata Flynn.

Stok minyak mentah komersial AS meningkat 4,5 juta barel minggu ke minggu dalam pekan yang berakhir 26 Mei, kontras dengan ekspektasi pasar untuk penurunan, menurut data yang dikeluarkan oleh Badani Informasi Energi AS pada Kamis (1/6/2023).

Fokus pasar juga telah bergeser ke pertemuan 4 Juni Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, yang secara kolektif disebut OPEC+.

"Pertemuan OPEC+ akhir pekan ini mungkin mengarah pada sedikit kehati-hatian di sekitar level (harga rendah) tersebut, terutama mengingat peringatan 'hati-hati' dari menteri energi Saudi," kata analis OANDA Craig Erlam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.