Bentrokan Pecah di Senegal Usai Vonis Penjara Pemimpin Oposisi, 9 Orang Tewas

Jumat, 02 Jun 2023, 08:58 WIB

DAKAR - Kekerasan meletus di ibu kota Senegal, Dakar, Kamis (1/6), setelah pengadilan menjatuhkan hukuman dua tahun penjara kepada pemimpin oposisi Ousmane Sonko karena "merusak kaum muda". Sembilan orang tewas dalam bentrokan tersebut.

"Kami mencatat dengan menyesal kekerasan yang berujung perusakan properti publik dan pribadi dan, sayangnya, sembilan orang tewas di Dakar dan Ziquinchor," kata Menteri Dalama NGeri Senegal Antoine Diome yang disiarkan di televisi nasional, Jumat (2/6).

Ket. Foto: Orang-orang memadamkan barikade yang terbakar di Dakar pada 1 Juni 2023. — Sumber: Le Monde/Reuters/Zohra Bensemra

Sekelompok anak muda menyerang bus, kantor tiket transportasi, dan properti umum lainnya di beberapa bagian kota, membakar ban dan memasang penghalang di jalan, menurut saksi AFP.

Bentrokan pecah antara pemuda dan aparat keamanan, dengan lemparan batu dan gas air mata. Gambar kerusuhan di tempat lain di negara itu juga beredar di media sosial.

Satire Mbaye, seorang pejabat partai kepresidenan di Keur Massar, di pinggiran Dakar, mengatakan, markas besar partai telah "dijarah".

"Mereka memecahkan jendela dan menghancurkan peralatan di dalamnya," katanya. "Mereka menanyakan di mana rumah Assome Diatta, pemimpin lokal partai itu."

Menurut media lokal, jalan raya menuju bandara diputus oleh demonstran, sementara kereta komuter yang menghubungkan kota baru Diamniadio ke ibu kota menghentikan layanannya.

Kekerasan itu terjadi beberapa jam setelah putusan pengadilan kriminal Dakar terhadap Sonko, lawan terberat Presiden Senegal Macky Sall.

Kasus dua tahun itu sangat memecah belah negara Afrika Barat itu, memicu bentrokan sporadis namun mematikan yang merusak citra stabilitas negara itu.

Seorang mantan pegawai negeri, Sonko menjadi terkenal dalam pemilihan presiden pada 2019, di mana ia berada di urutan ketiga setelah kampanye yang memberikan pukulan verbal kepada Sall dan elite penguasa negara.

Sonko menggambarkan Sall sebagai koruptor dan calon diktator, sementara pendukung presiden menyebut Sonko sebagai pengacau yang menyebarkan ketidakstabilan.

Sonko tidak hadir di pengadilan untuk putusan Kamis.Menteri Kehakiman Ismaila Madior Fall mengatakan kepada wartawan bahwa lawannya sekarang dapat ditangkap "kapan saja.""Hukuman harus dilaksanakan. Ini kasus in-absentia, dan tindakan itu bisa dilakukan kapan saja."

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.