Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masuk Tahap Kajian Akademis, Wacana Pemekaran Provinsi Natuna Anambas

📅 Minggu, 28 Mei 2023, 20:14 WIB | Oleh:
Masuk Tahap Kajian Akademis, Wacana Pemekaran Provinsi Natuna Anambas Doc: ANTARA/Cherman
Ket. Nelayan Natuna saat berada di Pelabuhan Teluk Baruk, Sepempang, Natuna, Kepri.

TANJUNGPINANG - Bupati Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), Wan Siswandi, menyampaikan wacana pemekaran Provinsi Natuna Anambas saat ini sudah masuk tahap kajian akademis tenaga ahli dan masyarakat setempat.

"Saya mendukung penuh usulan pemekaran Provinsi Natuna Anambas. Terima kasih tim kajian dan pihak lainnya yang sudah mau berusaha," katanya di Tanjungpinang, Minggu.

Menurutnya pemekaran Provinsi Natuna-Anambas memang sudah tiba saatnya. Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna sudah sejak lama mendukung wacana tersebut.

Selain itu, ia pun sudah bertemu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian guna menyampaikan usulan pemekaran dua kabupaten yang masuk wilayah administrasi Pemerintah Provinsi Kepri ini.

"Tahun 2017 kita juga sudah pernah buat kajian akademis bersama Institut Pertanian Bogor (IPB)," kata Siswandi.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur maupun menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten merupakan bukti nyata menyiapkan Natuna menuju Provinsi Natuna Anambas.

"Harapannya makin cepat makin bagus, tapi semuanya butuh proses. Jangan pernah ada keraguan, karena sama-sama kita dukung," tuturnya.

Sementara, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, ikut mendukung usulan pemekaran kedua kepulauan terluar Indonesia itu, Natuna dan Anambas sebagai usaha mendukung kepentingan strategis nasional.

Ia beralasan mendukung pemekaran Kabupaten Natuna dan Kabupaten Anambas menjadi provinsi sendiri, karena daerah perbatasan itu memiliki rentang kendali cukup jauh.

Kendati persyaratan administrasi tidak memenuhi, namun alasan esensial adalah menyangkut kedaulatan. Bicara kedaulatan diskresi apapun bisa dikalahkan, seperti Papua saat ini.

"Dulu, saat Kepri mau pemekaran dari Riau juga alasannya rentang kendali ingin cepat berkembang. Apa salahnya Natuna dan Anambas bisa jadi provinsi dan saya siap menjadi orang pertama yang memberikan rekomendasi itu," ucap Ansar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.