Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sebabkan Kematian Anak, Lab di India Diminta Prioritaskan Uji Sirop Obat Batuk Ekspor

8 Kamis, 25 Mei 2023, 08:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sebabkan Kematian Anak, Lab di India Diminta Prioritaskan Uji Sirop Obat Batuk Ekspor Sebabkan Kematian Anak, Lab di India Diminta Prioritaskan Uji Sirop Obat Batuk Ekspor Doc: antara
Ket. Ilustrasi obat sirop

NEW DELHI - Laboratorium milik pemerintah India harus memprioritaskan pengujian terhadap sirop obat batuk untuk ekspor, kata pengawas obat-obatan setempat pada Rabu (24/5), menyusul kasus kematian puluhan anak di Gambia dan Uzbekistan yang dikaitkan dengan obat itu.

Arahan yang dikeluarkan Organisasi Pengawasan Standar Obat Pusat juga menyatakan laboratorium harus segera mengeluarkan laporan pengujian setelah menganalisis sampel dari pabrikan.

Sebelumnya pada pekan ini, India mengeluarkan pemberitahuan terkait kewajiban pengujian pada sirop obat batuk yang akan diekspor.

Langkah tersebut diambil menyusul penemuan zat beracun di sirop obat batuk yang diproduksi tiga perusahaan India oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sirop yang dibuat oleh dua dari tiga perusahaan tersebut dikaitkan dengan kematian sebanyak 70 anak-anak di Gambia dan 19 anak di Uzbekistan tahun lalu.

Kasus kematian anak-anak itu mengguncang reputasi industri farmasi India yang memiliki nilai sebesar 41 miliar dolar AS (sekitar Rp612,13 triliun) dan merupakan salah satu yang terbesar di dunia.

Pemerintah setempat sedang mempertimbangkan perombakan kebijakan industri farmasi untuk memperketat prosedur pengujian dan bahan baku.

Arahan yang dikeluarkan pada Rabu itu dikirim ke seluruh laboratorium pemerintah federal dan pengawas obat-obatan di enam negara bagian produksi utama dan satu wilayah federal.

Mulai 1 Juni, seluruh sirop obat batuk yang akan diekspor harus memiliki sertifikat analisis yang dikeluarkan oleh laboratorium pemerintah.

Kementerian Kesehatan India belum menanggapi permintaan untuk memberikan komentar mengenai apakah pengujian diperlukan untuk sirop obat batuk yang dijual di pasar domestik.

Berdasarkan pengujian terhadap sirop obat batuk yang diproduksi oleh Maiden Pharmaceuticals Ltd, yang dikaitkan dengan kasus kematian anak di Gambia, zat beracun tidak ditemukan.

Namun, kontaminan terdeteksi di banyak obat yang dibuat oleh Marion Biotech, yang sirop buatannya dikaitkan dengan kasus kematian di Uzbekistan.

Perusahaan-perusahaan tersebut membantah telah melakukan kesalahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Advertisement
Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.