Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Khofifah: 3 Tahun Jatim Tertinggi Produksi Padi dan Beras

📅 Kamis, 25 Mei 2023, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Khofifah: 3 Tahun Jatim Tertinggi Produksi Padi dan Beras Doc: kominfo.jatimprov.go.id

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa Provinsi Jatim tertinggi produksi padi dan beras selama kurun waktu tiga tahun (2020, 2021, 2022) di antara seluruh provinsi di Indonesia.

"Saat ini ditambah lagi adanya bibit padi unggul BK Situbondo 01 dan 02 Agritan. Ini menjadi angin segar dan harapan baru penguatan produksi padi di Jatim," ujar Khofifah saat menghadiri panen perdana padi BK 01 dan 02 Agritan, di Kabupaten Situbondo, Selasa (23/5).

Menurut Gubernur Khofifah, Bupati Situbondo Karna Suswandi mampu menjawab pekerjaan rumah (PR) Indonesia dan dunia mengenai potensi krisis pangan dengan berinovasi menciptakan bibit padi unggul BK 01 dan 02 Agritan yang mampu produksi padi hingga 10,56 ton per hektare.

"Saya rasa Bupati Situbondo mencoba mencari solusi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Situbondo. Hari ini, ternyata Bung Karna (Bupati Karna Suswandi, red) menjawab PR Indonesia dan PR dunia," ucap dia.

Gubernur Jatim pun menyampaikan bahwa saat ini dunia sedang menghadapi tiga krisis dan salah satunya krisis pangan. Oleh karena itu, masing-masing negara sekarang memaksimalkan bagaimana produksi pangan bisa diswasembadakan.

Ia mengatakan, jika padi BK Situbondo 01 dan 02 Agritan ditanam secara masif di Jatim, tentunya akan menghasilkan peningkatan hasil panen yang luar biasa. Gubernur Khofifah berharap bibit varietas unggul baru BK Situbondo 01 dan BK Situbondo 02 dapat mendorong kemakmuran petani lokal Situbondo dengan keunggulan yang dimiliki.

"Mudah-mudahan ke depan bibit ini bisa menjadi bibit unggul yang mampu mendorong perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan petani yang ada di Kabupaten Situbondo, dan selanjutnya dapat diluaskan," ungkap dia.

Gubernur Khofifah juga mengatakan dengan adanya bibit padi BK 01 dan 02 juga membantu petani lainnya, terlebih padi jenis ini juga memiliki ketahanan pada hama. Sehingga, diyakini akan semakin meningkatkan kualitas maupun kuantitas hasil panen petani.

Ia menambahkan, di Jatim masih ditemukan ada sebagian besar petani membeli bibit di internet, dan hasilnya ketika ditanam ternyata bibit yang dibeli tidak cocok ditanam di daerahnya.

"Harapan kami tentu bibit padi BK 01 dan BK 02 tidak hanya untuk Situbondo, tapi juga untuk daerah-daerah lain, karena pada musim panen yang baru saja panen raya pada bulan Maret dan April, ada daerah-daerah yang ternyata panennya tidak seperti yang diharapkan," ujar dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.