Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hadapi Banyak Masalah, Sekjen PBB Desak Semua Negara Terus Dukung WHO

📅 Selasa, 23 Mei 2023, 04:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadapi Banyak Masalah, Sekjen PBB Desak Semua Negara Terus Dukung WHO Doc: ANTATA/Xinhua/Mark Garten
Ket. Arsip Foto - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyampaikan pidato pada KTT Ambisi Iklim di markas besar PBB, New York, Sabtu (12/12/2020).

Jenewa - Hadapi banyak masalah, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan pentingnya kerja sama global saat Sidang ke-76 Majelis Kesehatan Dunia digelar mulai Minggu waktu setempat.

Dalam sebuah pesan video, dia mendesak negara-negara anggota PBB untuk terus mendukung kinerja Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam memastikan standar kesehatan tertinggi untuk semua.

Guterres mengingatkan bahwa krisis iklim, perang, dan konflik masih mengancam jutaan--bahkan miliaran orang di seluruh dunia.

"Kita menghadapi risiko semakin terkikisnya pencapaian besar dalam puluhan tahun terakhir dan mengalami kemunduran dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Tetapi ini tidak bisa dihindari," kata dia.

Dia mengatakan 75 tahun silam pada tahun-tahun pertama PBB, negara-negara berkumpul dan menegaskan sejumlah kebenaran hakiki, termasuk bahwa "perdamaian tergantung kepada kesehatan" dan "penyakit di satu negara membahayakan semua orang."

Menurut Guterres, sejak berdirinya WHO, kualitas kesehatan manusia naik drastis dengan harapan hidup dunia naik lebih dari 50 persen, kematian bayi menurun 60 persen dalam 30 tahun, cacar diberantas, dan polio hampir dimusnahkan.

Pandemi COVID-19 pun berhasil dihentikan, kata dia.

Guterres mengaku mendorong stimulus SDG untuk meningkatkan pembiayaan jangka panjang yang terjangkau untuk semua negara yang membutuhkan, sampai paling sedikit 500 miliar dolar AS (Rp7.450,4 triliun) per tahun.

"Dana ini bisa membantu melindungi orang-orang baik di masa kritis dan masa jangka panjang, lewat investasi untuk langkah-langkah seperti cakupan kesehatan universal," tutur dia.

Majelis Kesehatan Dunia yang akan berakhir 30 Mei mendatang, akan menentukan rencana jangka pendek dan jangka panjang WHO, dimulai dari anggaran untuk dua tahun ke depan, keputusan penting tentang pembiayaan berkelanjutan, upaya meningkatkan proses dan mekanisme akuntabilitasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

53 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.