Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menguat, Saham di Inggris Berakhir Naik

📅 Sabtu, 20 Mei 2023, 05:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menguat, Saham di Inggris Berakhir Naik Doc: ANTARA/Juns
Ket. Ilustrasi - Bursa saham di Inggris.

London - Menguat. Saham-saham di bursa Inggris berakhir lebih tinggi pada perdagangan Jumat waktu setempat (19/5/2023), membukukan kenaikan untuk hari kedua berturut-turut, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London bertambah 0,10 persen atau 14,57 poin, menjadi menetap di 7.756,87 poin.

Indeks FTSE 100 terangkat 0,25 persen atau 19,07 poin menjadi 7.742,30 poin pada Kamis (18/5/2023), setelah merosot 0,36 persen atau 27,85 poin menjadi 7.723,23 poin pada Rabu (17/5/2023), dan berkurang 0,24 persen atau 26,62 poin menjadi 7.751,08 poin pada Selasa (16/5/2023).

BT Group PLC, sebuah perusahaan induk telekomunikasi multinasional Inggris yang berkantor pusat di London dan beroperasi di sekitar 180 negara terangkat 3,02 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi(top gainer)dari saham-saham unggulan ataublue chips.

Diikuti oleh saham perusahaan investasiprivate equityyang berfokus pada penyediaan modal untuk membantu perusahaan tumbuh melalui pasarprivatedan publik Intermediate Capital Group PLC meningkat 2,28 persen; serta perusahaaninvestment trustglobal yang mencari bisnis kuat dengan pengembalian di atas rata-rata Scottish Mortgage Investment Trust PLC menguat 2,02 persen.

Sementara itu, Evraz PLC, sebuah perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia membukukan kerugian paling besar(top loser)di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya terjungkal 12,59 persen.

Disusul oleh saham perusahaan pertambangan logam mulia Inggris-Rusia Polymetal International PLC yang menukik 8,44 persen; perusahaan multinasional yang mengoperasikan jaringan toko ritel yang menjual pakaian olahraga dan santai bermerek JD Sports Fashion PLC anjlok 7,76 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.