Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengenal Klientelisme Politik, Ketika Untung-Rugi Mengalahkan Etnisitas

📅 Selasa, 16 Mei 2023, 13:32 WIB | Oleh: Tim Penulis

Berbeda dari politik etnis yang kaku dan terbatas, klientelisme membuka ruang bagi kandidat dan elit penyedia dukungan untuk bernegosiasi sesuai keuntungan politik masing-masing. Ini semua tidak memerlukan kesamaan etnis, sehingga bisa dilakukan juga oleh pemimpin etnis dengan kandidat dari etnis yang berbeda.

Memang, jejaring klientelisme menjadi semacam struktur mobilisasi dukungan. Namun, hubungan politik yang berlangsung di dalamnya menjadi sangat dinamis, bisa dilakukan oleh siapapun, dengan membawa kepentingan politik apapun.

Dengan adanya klientelisme, pertukaran klientelistik antara pemimpin etnis dan kandidat tetap bisa terjadi. Sentimen etnisnya hanya akan digunakan secara simbolik, dan secara diam-diam tetap melayani kepentingan personal elit.

Plus minus klientelisme politik

Praktik klientelisme memiliki dampak positif dan negatif dalam konteks pemilu.

Dampak positifnya adalah dapat mempermudah mobilisasi politik. Ini karena elit penyedia dukungan memegang langsung kontrol terhadap para pendukung agar tidak membelot. Ini sangat membantu kandidat mengorganisasi dukungan.

Sementara dampak negatif klientelisme adalah dapat menghambat keterlibatan pemilih secara demokratis di pemilu.

Kebebasan pemilih terhambat oleh elit penyedia dukungan yang berperan menghubungkan mereka dengan kandidat, terutama jika konsentrasi peran politik yang hanya bertumpu di lingkaran elit. Ini secara tidak langsung melemahkan fungsi representasi politik warga. Pemilih jadi tidak mendapat kebebasan untuk menentukan pemimpinnya secara langsung.

Praktik klientelisme juga rentan menciptakan korupsi, karena praktik ini menekankan pada pertukaran sumber daya antara kandidat dan elit penyedia dukungan. Kandidat memberikan barang materiil atau non-materiil, sementara elit menyediakan dukungan politik dalam bentuk suara. Mekanisme koruptif ini dipertahankan melalui loyalitas.

Sisi negatif lainnya dari praktik klientelisme adalah membuka ruang bagi pembentukan kekuasaan politik keluarga (dinasti politik).

Dukungan politik yang terbangun melalui klientelisme dirawat dan digilir di internal keluarga, lalu digunakan lagi sebagai saluran mobilisasi dukungan bagi anggota keluarga yang lain.

Misalnya, dalam suatu pilkada, seorang kepala daerah dapat memanfaatkan kembali jejaring klientelisme yang telah memenangkannya untuk memobiliasi dukungan untuk anaknya yang maju dalam pemilihan anggota legislatif daerah.

Pada akhirnya, perluasan kekuasaan keluarga melalui praktik-praktik klientelisme hanya menjadikan pemilu sebagai sarana mengakomodasi kepentingan keluarga, dan mempersempit keterlibatan politik masyarakat umum secara demokratis.The Conversation

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.