Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengentasan Kemiskinan di Asean Hadapi Tantangan Serius

📅 Senin, 08 Mei 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pengentasan Kemiskinan di Asean Hadapi Tantangan Serius Doc: ANTARA/DESCA LIDYA NATALIA
Ket. Menteri Koordinator bidang PMK, Muhadjir Effendy

BADUNG - Upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia maupun negara-negara anggota Asean menghadapi tantangan serius. Tantangan utama mengatasi kemiskinan itu karena adanya ancaman resesi global, perubahan iklim, dan faktor geopolitik sebagai tantangan utama dalam pengentasan kemiskinan.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, dalam sambutannya pada Asean Socio-Cultural (ASCC) Knowledge Forum: Addressing Gaps and Rethinking Pathways to Eradicate Poverty in Asean" di Nusa Dua, Bali, Minggu (7/5), mengatakan selama pandemi Covid-19, sejumlah negara Asean mengalami tantangan sosial dan ekonomi. Perubahan global yang terjadi begitu cepat memicu terjadinya krisis kesejahteraan.

Krisis tersebut berdampak pada daya beli masyarakat yang melemah sehingga berimbasnya pada peningkatan jumlah penduduk miskin di negara-negara Asean.

"Indonesia sendiri juga berjuang dalam menghadapi lonjakan kemiskinan di masa pandemi," kata Muhadjir.

Sementara itu, di kawasan Asean telah melakukan konsolidasi strategi pemulihan sosial-ekonomi dengan membentuk kerangka kerja pemulihan Asean yang komprehensif serta rencana implementasi. Inisiatif dan program khusus itu untuk membangun Asean yang lebih tangguh.

Asean, papar Muhadjir, berupaya mengatasi dampak pandemi dengan memperkuat arsitektur kesehatan regional, mendorong kegiatan ekonomi, serta memperbaiki skema perlindungan sosial. Berbagai upaya tersebut berfokus pada pertumbuhan inklusif dan menjamin keamanan manusia untuk mencapai pemulihan pascapandemi Covid-19.

"Saat ini, tingkat kemiskinan di negara anggota Asean telah menunjukkan perbaikan," tandasnya.

Begitu pula dengan pemerintah Indonesia yang dapat mengendalikan kemiskinan selama pandemi Covid-19. Keberhasilan itu terlihat dari rendahnya persentase kemiskinan di Indonesia daripada yang diperkirakan World Bank (Bank Dunia).

"Peningkatan (kemiskinan) tersebut jauh lebih rendah dari yang diperkirakan World Bank yang memprediksi peningkatan kemiskinan Indonesia mencapai 11-13 persen," kata Muhadjir.

Perlu Terobosan

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta, GKR Mangkubumi, yang diminta pendapatnya mengatakan dampak pandemi Covid-19 masih menekan laju perekonomian termasuk memperlambat upaya mengurangi angka kemiskinan.

"Baru mau merangkak setelah terpukul Covid-19, sudah ada perang Russia-Ukraina, dan sekarang krisis Amerika. Ekspor dan pariwisata tentu saja akan terganggu, padahal masih dalam tahap pemulihan," kata GKR Mangkubumi.

Sebab itu, katanya perlu sejumlah terobosan pengentasan kemiskinan baik di daerah, pemerintah pusat, maupun antarnegara di kawasan seperti forum Asean Socio-Cultural Community (ASCC) 2023.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.