Awas Makin Parah, 5 Hal Ini Harus Dihindari saat Kulit Terbakar Matahari
📅 Senin, 08 Mei 2023, 14:10 WIB | Oleh: Rivaldi Dani Rahmadi
Doc: Istimewa
Suka atau tidak suka, sulit untuk menghindari sinar matahari. Itulah mengapa semua orang mengaplikasikan tabir surya dalam perawatan kulit.
Tabir surya merupakan salah satu produk perawatan kulit yang tak boleh diabaikan. Namun, terkadang seseorang lupa untuk mengaplikasikannya atau mengoleskannya kembali setelah beberapa jam.
Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan kulit terbakar sinar matahari. Sengatan matahari membuat kulit terasa panas ketika disentuh.
Dokter kulit dan ahli bedah tranplantasi rambut yang berbasis di Delhi, Navnit Haror mengatakan, paparan sinar matahari yang berlebihan dapat membuat kulit meradang. Menurutnya, kondisi tersebut bisa menimbulkan rasa panas dan sakit.
"Ini bisa menyakitkan atau membuat Anda merasa sakit. Terasa panas saat disentuh dan bahkan membuat kulit Anda mengelupas atau mengelupas beberapa hari setelah Anda terkena sengatan matahari," kata Haror, dikutip dari Health Shots, Senin (8/5).
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal-hal yang tidak boleh dilakukan pada kulit yang terbakar sinar matahari
1. Jangan gunakan petroleum jelly
Haror mengatakan, petroleum jelly sangat bagus untuk kulit kering karena dapat membantu melembutkan kulit. Tapi itu juga cenderung menyumbat pori-pori kulit. Ketika itu terjadi, panas dan keringat tidak dapat keluar dan ini akan menyebabkan infeksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
2. Jauhi kompres es
Kompres es sering digunakan untuk mendinginkan kita dan tampaknya sangat cocok untuk musim panas. Tapi mereka menghambat pembentukan kelembaban dan mengeringkan kulit, dan kekeringan dapat menambah rasa sakit.
3. Jangan memencet kulit yang melepuh
Jika Anda memencet lepuhan yang disebabkan oleh sengatan matahari, hal itu dapat memperlambat penyembuhan dan merusak kulit Anda lebih lanjut.
"Anda bahkan tidak boleh menggaruk atau mengelupas kulit karena dapat menimbulkan jaringan parut atau infeksi," ujar Haror.
4. Jangan memakai pakaian yang ketat
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!