Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tahukah Anda? Ada Empat Jenis Kelinci yang Langka dan Terancam Punah

📅 Sabtu, 06 Mei 2023, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tahukah Anda? Ada Empat Jenis Kelinci yang Langka dan Terancam Punah Doc: The Conversation/Vladimir Arkhipov/iNaturalist
Ket. Pika, hewan yang tinggal di gunung, memiliki kekerabatan yang dekat dengan kelinci.

Emma Sherratt, University of Adelaide

Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata "kelinci"? Apakah kamu membayangkan gambar kelinci kartun yang sedang makan wortel? Atau ekor yang lembut dan telinga kelinci peliharaan yang mengembang? Mungkin kamu berpikir tentang kemampuan mereka yang luar biasa untuk bereproduksi.

Bagi banyak orang Australia, kata "kelinci" identik dengan "hama" karena kehadirannya yang invasif yang terjadi sekitar 164 tahun yang lalu. Kerusakan yang disebabkan oleh kelinci pada lanskap Australia memang berbahaya dan serius, tapi ada banyak hal lain yang bisa terjadi pada kelinci ketika kita melayangkan pikiran kita ke luar negeri.

Tanggal 22 Januari 2023 menandakan dimulainya Tahun kelinci air dalam kalender Cina. Tahun ini adalah waktu yang tepat untuk memperluas pengetahuan kita tentang kelinci di berbagai penjuru dunia dengan menyoroti beberapa spesies yang benar-benar membutuhkan dukungan kita.

Apa itu kelinci?

Beberapa dari kita menyebutnya sebagai rabbit dan hares di beberapa daerah. Ada juga sebutan cottontails dan jackrabbits di daerah lain. Hewan bertelinga panjang yang kita cenderung menyebutnya sebagai bunnies dan Pika (hewan kecil yang tinggal di pegunungan dari Asia dan Amerika Utara) membentuk kelompok hewan yang dikenal dengan nama Lagomorpha.

Sebenarnya ada sekitar 108 spesies lagomorpha yang saat ini dikenal oleh ilmu pengetahuan. Mereka ditemukan di semua benua kecuali Antartika. Kelompok lagomorpha adalah sepupu evolusi dari hewan pengerat dan berada sangat dekat dengan cabang primata dalam pohon kehidupan.

Pada 2013, para peneliti menemukan bahwa kelangsungan lebih dari dua pertiga spesies kelinci terancam perubahan iklim.

Sejak saat itu, jumlah spesies yang terancam punah atau sangat terancam punah telah meningkat dari 13 menjadi 16 dalam Daftar Merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN). Kelinci-kelinci ini membutuhkan bantuan kita.

Apa saja kelinci yang populasinya terancam? Berikut beberapa diantaranya.

1. Kelinci air

Kelinci air bukan makhluk khayalan dalam kalender Cina. Kelinci rawa (Sylvilagus aquaticus) dan kelinci rawa spesies lainnya (S. palustris) di Amerika Utara telah beradaptasi untuk hidup di lahan basah dan diketahui dapat berenang.

Untungnya, spesies-spesies ini ditandai sebagai spesies yang paling tidak perlu dikhawatirkan dalam Daftar Merah IUCN- organisasi perlindungan lingkungan terbesar di dunia.

Ada juga kelinci sungai (Bunolagus monticularis), kelinci berwarna kemerahan dari Afrika Selatan yang mendiami tepian sungai dan aliran air. Spesies ini terancam punah, bukan hanya karena menghadapi dampak perubahan iklim dan perusakan habitat, tapi juga ancaman lain yang tidak terduga, yaitu kelinci lain.

Dalam hal ini, kamera pemantau (camera trap) mengidentifikasi kelinci Lepus yang menghadapi masalah. Ketika sumber daya menjadi langka, persaingan menjadi ketat. Ada kelinci jenis hares yang lebih besar dan bersifat generalis. Mereka dapat memakan makanan yang lebih luas dan beradaptasi dengan lingkungan yang lebih bervariasi dan secara kompetitif menggeser kelinci sungai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
BMKG: Sebagian Jakarta Baka...

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

1.5 jam yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.