Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Beri Perhatian Besar pada WNI Korban TPPO di Myanmar

📅 Sabtu, 06 Mei 2023, 08:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Beri Perhatian Besar pada WNI Korban TPPO di Myanmar Doc: ANTARA/Katriana
Ket. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi (tengah) berbicara dalam konferensi pers di Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Jumat (5/5/2023).

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi mengatakan Pemerintah memberikan perhatian besar terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), terutama yang dipekerjakan di online scams diMyawaddy, Myanmar.

"Saat ini, pemerintah sedang terus berusaha memberikan pelindungan terhadap WNI yang menjadi korban perdagangan manusia," kata Menlu Retno dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/5).

Ia mengatakan bahwa pemerintah menemui banyak tantangan dalam upaya menyelamatkan para korban karena mayoritas WNI berada di Myawaddy, yang merupakan lokasi konflik bersenjata antara militer Myanmar dan kelompok pemberontak.

"Myawaddy ini merupakan wilayah di mana otoritas pusat Naypydaw tidak memiliki kontrol secara penuh. Jadi teman-teman bisa membayangkan tantangan yang dihadapi," katanya.

Pemerintah, kata dia lebih lanjut, terus melakukan komunikasi, baik dengan otoritas di Naypydaw, otoritas di Thailand, otoritas Lokal di Myawaddy, dan juga dengan organisasi-organisasi lain seperti Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dan Regional Support Office dari Bali Process yang ada di Bangkok.

"Jadi kita melakukan komunikasi dengan banyak sekali pihak dengan tujuan memberikan pelindungan kepada WNI dan kemudian dapat mengeluarkan WNI dari wilayah tersebut dengan selamat," katanya.

Menlu Retno menekankan bahwa kasus online scams telah menjadi masalah regional dengan korban berasal dari berbagai negara.

Untuk korban Indonesia, mereka tercatat berada di Myanmar, Kamboja, Thailand, Vietnam, Laos dan Filipina.

Korban perdagangan manusia yang dilakukan melalui online scams semakin marak di Asia Tenggara.

Oleh karena itu, Indonesia sebagai ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) berusaha untuk mengangkat isu tersebut di dalam KTT ke-42 ASEAN.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.