Kinerja Atlet Banyak di Luar Ekspektasi
📅 Jumat, 05 Mei 2023, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Foto : PBSI
JAKARTA - Kinerja sejumlah atlet bulu tangkis yang tampil dalam Badminton Asia Championship (BAC) 2023 di Dubai beberapa waktu lalu berada di luar ekspektasi. Demikian hasil evaluasi yang dilakukan para pelatih yang dipaparkan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky, Kamis (4/5).
Skuad Garuda gagal memenuhi target tiga gelar juara dari BAC di Dubai, Uni Emirat Arab, 25-30 April. Dalam ajang tersebut, Indonesia hanya meraih satu gelar dari nomor tunggal putra. Ganda putra dan ganda campuran yang diandalkan sama sekali gagal total, bahkan tidak ada yang sampai ke final.
Rionny memuji kejuangan Anthony Sinisuka Ginting. Dia bersusah payah, bahkan harusnya kalah saat melawan Tiongkok. Tapi dia berusaha. "Daya juangnya luar biasa. Ini harus ditiru sektor lain," ujar Rionny.
Nomor ganda putra yang menjadi unggulan pun kandas. Padahal bermodal pasangan peringkat satu dunia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Lalu dari ganda campuran, Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati yang baru saja masuk ke jajaran Top 10 pun harus terhenti karena cedera.
Rehan disayangkan ada sedikit kendala. Itu sebenarnya sudah terjadi di sini (pelatnas), saatjumping sudah tidak enak. Tiga hari ke Dubai diharapkan membaik. Tidak tahunya masih belum sembuh total. Target tadinya mungkin dia bisa ambil emas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain ketiga nomor tersebut, PBSI juga menyoroti kinerja atlet tunggal putri dan ganda putri yang masih butuh perhatian tambahan. Pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang jadi andalan namun kandas. Untuk ganda putri, Rionny melihat para pemain masih mengalami kondisi mental yang naik-turun.
Temuan tersebut harus dievaluasi pelatih. Apalagi fase Race to Olympic sudah di depan mata. Menurut Rionny, kemampuan atlet untuk beradaptasi di lapangan menjadi penting. Meski faktor tekniknya sudah mumpuni, jika aspek mental tidak kuat, akan sulit untuk beradaptasi di lapangan.
Hal itulah yang masih kerap menjadi ganjalan pemain saat pertandingan krusial. "Kalau bicara lapangan memang penting sekali. Itu bukan alasan, harus kami pelajari. Di sini juga dialami. Anak-anak harus lebih siap dari segala situasi. Lapangan, bola, tak boleh jadi alasan kalah," tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rionny juga menyoroti Gregoria Mariska Tunjung yang gugur di perempat final saat menghadapi Chen Yu Fei. Lagi-lagi Rionny mendapati kegagalan Gregoria akibat faktor lapangan yang tak bisa diatasi pemain.
"Itu sayang karena rubber set. Kendalanya kalau kata Grego karena kondisi angin dan banyak buat salah. Berarti kontrolnya kurang bagus," tandas Rionny. Ant/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!