Panen Raya Bantu Kendalikan Inflasi saat Lebaran

Rabu, 03 Mei 2023, 00:02 WIB

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan April 2023 mencapai 4,33 persen (year-on-year/yoy) yang dominan disumbang oleh komoditas bensin.

Adapun inflasi tahunan April 2023 terjadi karena adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,98 pada April 2022 menjadi 114,74 pada April 2023.

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: BPS - KORAN JAKARTA/ONES

Kepala BPS, Margo Yuwono, dalam Rilis Perkembangan Indeks Harga Konsumen April 2023, di Jakarta, Selasa (2/5), mengatakan komoditas terbesar penyumbang inflasi tahunan April 2023 yaitu bensin dengan andil 0,91 persen.

Kendati demikian, tingkat inflasi tahunan April 2023 tercatat lebih rendah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, yakni Februari 2023 sebesar 5,47 persen (yoy) serta Maret 2023 yang sebesar 4,97 persen (yoy).

Untuk inflasi bulanan, BPS mencatat inflasi pada April 2023 yang merupakan momen Lebaran tercatat 0,33 persen dibanding inflasi pada momen Lebaran 2022 yang mencapai 0,40 persen.

Menurut Margo, langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah mampu menekan inflasi pada periode Idul Fitri atau Lebaran 2023.

"Kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi Lebaran tahun ini lebih baik dan kesediaan hortikultura memadai untuk periode Lebaran, sehingga inflasi bisa dikendalikan dengan baik," kata Margo Yuwono.

Pemicu inflasi pada April lalu, jelas Margo, disebabkan oleh sektor transportasi dan makanan, meskipun tarif angkutan dan harga beberapa komoditas pangan di kota-kota destinasi mudik relatif lebih terjaga.

Selain itu, penurunan inflasi juga didukung oleh pasokan komoditas hortikultura yang relatif terjaga serta adanya aktivitas panen raya sepanjang Maret hingga April. Kemudian, andil inflasi beberapa komoditas pangan juga relatif lebih rendah bila dibandingkan pada momen Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada periode Lebaran 2023, komoditas pangan yang menyumbang andil pada inflasi hanya daging ayam ras dan beras yang masing-masing berkontribusi sebesar 0,02 persen.

Berbeda dengan Lebaran tahun lalu yang kontributor inflasinya banyak berasal dari komoditas pangan, seperti telur ayam ras, ikan segar, bawang merah, dan daging sapi.

Lonjakan Permintaan

Ekonom dari Segara Institute, Piter Abdullah, mengatakan didukung oleh momentum panen raya yang berlangsung selama Maret hingga April 2023 ikut membantu pemerintah mengelola inflasi barang pangan dengan lebih mudah. Selain itu, langkah antisipasi menjaga rantai pasok atau distribusi barang turut membantu menjaga tingkat inflasi pada April 2023.

Sementara itu, pengamat ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta , Aloysius Gunadi Brata, mengatakan bahwa inflasi April 2023 sebesar 0,33 persen menunjukkan upaya pengendalian oleh pemerintah dalam mengantisipasi naiknya harga-harga kebutuhan di masa puasa dan Lebaran berhasil. "Meskipun mobilitas masyarakat seperti disampaikan BPS lebih tinggi 45 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu, namun harga tetap terkendali," kata Aloysius.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.