CIMB Niaga Bukukan Laba Rp2 T

Jumat, 28 Apr 2023, 11:35 WIB

JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) pada kuartal I-2023 meraih laba bersih sebelum pajak konsolidasian (unaudited) sebesar 2 triliun rupiah atau tumbuh 29,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year/yoy sebesar 1,2 triliun rupiah dan menghasilkan earnings per share 63,42 rupiah.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan hasil yang diraih pada kuartal pertama itu didukung seluruh segmen bisnis, baik pertumbuhan kredit maupun peningkatan kualitas underlying asset, termasuk rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loans (NPL) gross ke level 2,6 persen dari 3,6 persen pada tahun sebelumnya.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Perolehan itu memungkinkan bank terus mengakselerasi penciptaan nilai bagi para stakeholders, serta memperkuat keyakinan atas prospek yang positif sampai akhir tahun 2023.

Perseroan tercatat menyalurkan kredit/pembiayaan sebesar 201,1 triliun rupiah atau tumbuh 10,1 persen secara yoy dari sebelumnya sebesar 182,7 triliun rupiah. Pertumbuhan bisnis corporate banking tumbuh 16,2 persen, sedangkan consumer banking tumbuh 9,4 persen secara yoy. Kredit Pemilikan Rumah tumbuh 5,5 persen, sementara kredit pemilikan mobil meningkat 20,6 persen, termasuk kontribusi dari anak perusahaan PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF).

"CIMB Niaga terus mengoptimalkan kanal digital untuk memberikan kemudahan kepada nasabah dalam mengajukan berbagai produk kami. Melalui kanal digital yang terintegrasi, pengajuan produk CIMB Niaga menjadi lebih cepat," kata Lani.

Dari sisi liabilities, total dana pihak ketiga yang dihimpun mencapai 240,1 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 237,3 triliun rupiah dengan rasio CASA sebesar 61,2 persen atau turun dibanding sebelumnya 63,6 persen. Pencapaian itu sebagai upaya bank meningkatkan pengalaman nasabah dalam memanfaatkan layanan digital CIMB Niaga.

Dengan pencapain tersebut, maka indikator profitabilitas utama CIMB Niaga yaitu return on equity meningkat menjadi 15,1 persen. Bank mempertahankan posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan capital adequacy ratio dan loan to deposit ratio masing-masing sebesar 21,3 persen dan 82,2 persen.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Vitto Budi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.