Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank BRI Raih Laba Bersih Rp15,56 Triliun

📅 Jumat, 28 Apr 2023, 11:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bank BRI Raih Laba Bersih Rp15,56 Triliun Doc: ISTIMEWA
Ket. Bank BRI

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba bersih secara konsolidasi pada kuartal I-2023 mencapai 15,56 triliun rupiah, tumbuh 27,37 persen dari periode sama tahun sebelumnya (yoy). Selain laba, Bank BRI juga mencatat pertumbuhan aset sebesar 11,66 persen (yoy) menjadi 1.822,97 triliun rupiah.

"Pencapaian ini tidak terlepas dari komitmen BRI untuk menciptakan value secara konsisten dengan fokus tumbuh pada segmen UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dengan pengelolaan manajemen risiko yang baik," kata Direktur Utama BRI Sunarso dalam konferensi pers yang dipantau secara virtual di Jakarta, Kamis (27/4).

Dari sisi penyaluran kredit, total realisasi kredit Bank BRI mencapai 1.180,12 triliun rupiah hingga akhir Maret 2023. Porsi penyaluran kredit terbesar masih didominasi oleh segmen UMKM, yakni sebesar 83,86 persen atau setara dengan 989,64 triliun rupiah. Adapun kontributor terbesar penyaluran kredit Bank BRI pada kuartal I-2023 didorong oleh pertumbuhan segmen mikro sebesar 11,18 persen secara yoy menjadi 563,39 triliun rupiah.

Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Bank BRI pada akhir kuartal I-2023 berada di level 2,86 persen, membaik dari yang sebelumnya sebesar 3,09 persen pada akhir Maret 2022. Dengan demikian, biaya kredit atau cost of credit Bank BRI juga bergerak positif, yaitu menjadi 2,39 persen pada kuartal I-2023 dari yang sebelumnya 2,78 persen pada kuartal I-2022.

Meski kualitas kredit membaik, Sunarso mengatakan BRI tetap menyediakan pencadangan yang memadai, yakni dengan NPL Coverage sebesar 282,49 persen.

Sementara dari sisi pendanaan, Bank BRI menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga akhir Maret 2023 mencapai 1.255,45 triliun rupiah atau tumbuh 11,45 persen yoy. DPK Bank BRI ditopang oleh pertumbuhan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) dengan rasio sebesar 64,53 persen dari periode sama tahun sebelumnya sebesar 63,63 persen.

"Peningkatan CASA tersebut didukung oleh strategi BRI dalam mengingkatkan transaksi nasabah di segmen mikro, ritel, maupun wholesale," ujar Sunarso.

Sementara itu, kinerja pendapatan berbasis komisi atau Fee Based Income (FBI) Bank Bri tumbuh 11,45 persen (yoy) menjadi 5,08 triliun rupiah.

Likuiditas Memadai

Lebih lanjut, Sunarso menyatakan likuiditas perbankan masih berada dalam level memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis bank ke depan. "BRI mampu menjaga rasio keuangan pada level yang baik. Contohnya adalah Loan to Deposit Ratio (LDR) bank berada di level 84,94 persen," katanya.

Di sisi lain, Sunarso menyatakan BRI juga mampu menjaga kondisi permodalan yang kuat, yang tercermin pada capaian rasio kecukupan modal atau Car Adequacy Ratio (CAR) yang berada di level 24,98 persen. CAR Bank BRI berada di atas ketentuan minimum regulator sebesar 17,5 persen setelah memperhitungkan implementasi Basel 3 dan risk appetite perusahaan sebesar 19 persen.

"Dengan rasio kecukupan modal tersebut, BRI mampu mengantisipasi seluruh risiko utama yang mungkin terjadi dalam pengelolaan bank, baik risiko pasar, kredit, maupun operasional," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.