Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Suhu dan Polusi Ternyata Pengaruhi Siklus Hidup Nyamuk Penular Malaria

📅 Kamis, 27 Apr 2023, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Saat ini kami tidak tahu apakah nyamuk yang resisten terhadap insektisida atau rentan lebih baik dalam menularkan malaria. Tapi aktivitas pencemaran menghasilkan perluasan jangkauan dan perubahan prosedur seleksi pada nyamuk.

Suhu pada insektisida dan nyamuk

Penelitian lebih lanjut yang kami lakukan menunjukkan bahwa suhu tinggi juga mempengaruhi kemanjuran (efikasi) insektisida tertentu.

Insektisida umumnya digunakan sebagai intervensi kesehatan masyarakat terhadap vektor malaria di beberapa negara Afrika seperti Afrika Selatan, Kamerun, dan Kenya. Mereka adalah bagian penting dari kebijakan dan strategi pengendalian malaria untuk menghilangkan penyakit tersebut.

Temuan kami penting dalam upaya menentukan kemanjuran insektisida yang saat ini digunakan. Namun, penelitian kami berbasis di laboratorium dalam kondisi terkontrol sehingga masih harus diuji dalam kehidupan nyata. Pasalnya, suhu yang berbeda dapat memiliki efek yang berbeda. Kondisi lingkungan juga bervariasi dan dapat berdampak pada kemanjuran insektisida.

Terkait nyamuk, penelitian kami menunjukkan bahwa suhu dapat berdampak signifikan pada siklus hidup serangga ini. Misalnya, perubahan iklim dapat mempengaruhi distribusi vektor malaria. Kami mempelajari bagaimana kenaikan suhu mempengaruhi vektor utama malaria. Kami berfokus secara khusus pada bagaimana vektor yang resisten terhadap insektisida terpengaruh vektor yang rentan terhadap insektisida.

Nyamuk yang mengembangkan resistensi lebih toleran atau mampu bertahan terhadap suhu tinggi dibandingkan nyamuk yang tidak resisten. Ini berarti bahwa ketika suhu naik, maka nyamuk bisa kebal terhadap insektisida. Ini akan mempersulit pengendalian malaria.

Mengapa kita harus khawatir

Aktivitas manusia mendorong evolusi nyamuk. Kegiatan pencemaran mengakibatkan nyamuk penular malaria meluas ke daerah yang sebelumnya tidak ada. Adaptasi terhadap polusi air menghasilkan peningkatan toleransi terhadap pestisida.

Nyamuk yang tahan insektisida atau toleran lebih baik mengatasi polutan yang lebih beracun. Saat ini tidak diketahui apakah nyamuk ini lebih mungkin menularkan malaria daripada nyamuk yang rentan terhadap insektisida.

Para ilmuwan baru mulai mengungkap apa artinya ini bagi pemberantasan malaria.The Conversation

Shüné Oliver, Medical scientist, National Institute for Communicable Diseases

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

31 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

48 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

58 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.