Studi Dunia Nyata Pertama Tunjukkan AI Tingkatkan Produktivitas Pekerja sebesar 14 Persen
📅 Selasa, 25 Apr 2023, 00:06 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
NEW YORK - Sebuah studi terbaru menunjukkan, pekerja layanan pelanggan di perusahaan perangkat lunak Fortune 500 yang diberi akses ke alat kecerdasan buatan atauArtificial intelligence (AI) generatif, menjadi rata-rata 14 persen lebih produktif daripada mereka yang tidak, dengan pekerja yang paling tidak terampil menuai keuntungan terbesar.
Dilansir oleh The Straits Times, para peneliti di Stanford University dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang menguji dampak alat AI generatif terhadap produktivitas di perusahaan selama setahun.
Penelitian ini menandai pertama kalinya dampak alat AI generatif pada pekerjaan diukur di luar lab.
Studi sebelumnya telah membandingkan kemampuan model bahasa besar dengan tugas-tugas di bidang seperti hukum dan kedokteran, menunjukkan bahwa, misalnya, platform Chat GPT-4 lulus ujian Bar di persentil ke-90.
Penelitian lain telah menguji dampak teknologi tersebut terhadap kinerja pekerja dari tugas menulis terisolasi di lingkungan laboratorium skala kecil.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Hasil dari beberapa eksperimen sebelumnya menunjukkan potensi, terkadang mengejutkan, model bahasa besar di tempat kerja," kata Direktur Lab Ekonomi Digital di Stanford Institute for Human-Centred AI, Erik Brynjolfsson.
Namun hingga alat tersebut diuji di dunia nyata, tambahnya, dampaknya sebagian besar masih bersifat spekulatif.
"Memiliki orang yang menggunakannya selama lebih dari setahun di perusahaan ini, Anda mendapatkan pemahaman yang jauh lebih baik tentang bagaimana hal itu diterjemahkan ke dalam produktivitas dunia nyata," kata Brynjolfsson, salah satu rekan penulis studi tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sejauh yang saya tahu, ini adalah pertama kalinya dilakukan di dunia nyata," ujar dia.
Brynjolfsson, bersama peneliti MIT, Danielle Li dan Lindsey Raymond, melacak kinerja lebih dari 5 ribu agen dukungan pelanggan, terutama berbasis di Filipina, di seluruh metrik kunci seperti seberapa cepat dan berhasil pekerja mampu memecahkan masalah klien.
Para agen dibagi menjadi beberapa kelompok. Beberapa diberi akses ke alat AI, dilatih tentang serangkaian besar percakapan layanan pelanggan yang sukses dan yang lainnya tidak.
Nama perusahaan, yang berspesialisasi dalam perangkat lunak perusahaan untuk bisnis kecil dan menengah Amerika Serikat (AS), tidak diungkapkan dalam laporan tersebut.
Salah satu temuan studi tersebut adalah pekerja pemula paling diuntungkan dari teknologi tersebut, kata para peneliti.
Dengan bantuan AI, pekerja paling tidak terampil di perusahaan dapat menyelesaikan pekerjaan mereka 35 persen lebih cepat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!