Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menguat, Saham Inggris Cetak Untung Hari Kedua

📅 Sabtu, 22 Apr 2023, 04:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menguat, Saham Inggris Cetak Untung Hari Kedua Doc: Antara/REUTERS/Paul Hackett
Ket. Pekerja terlihat berbincang di atas papan elektronik pergerakan saham di London Stock Exchange, Inggris.

London - Menguat, saham-saham di bursa Inggris berakhir lebih tinggi pada perdagangan Jumat waktu setempat (21/4/2023), memperpanjang keuntungan untuk hari kedua berturut-turut, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London bertambah 0,15 persen atau 11,52 poin menjadi menetap di 7.914,13 poin.

Indeks FTSE 100 terkerek 0,05 persen atau 3,84 poin menjadi 7.902,61 poin pada Kamis (20/4/2023), setelah merosot 0,13 persen atau 10,67 poin menjadi 7.898,77 poin pada Rabu (19/4/2023), dan menguat 0,28 persen atau 29,93 poin menjadi 7.909,44 poin pada Selasa (18/4/2023).

Smith & Nephew PLC, juga dikenal sebagai Smith+Nephew, sebuah perusahaan manufaktur peralatan medis multinasional Inggris yang berkantor pusat di Watford, terangkat 2,53 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi(top gainer)dari saham-saham unggulan ataublue chips.

Diikuti oleh saham perusahaan ritel pakaian, alas kaki, dan produk rumah tangga multinasional Inggris Next PLC yang meningkat 2,32 persen; serta perusahaan distributor produk industri dan elektronik yang berbasis di London, RS Group PLC (sebelumnya Electrocomponents PLC) juga menguat 2,32 persen.

Sementara itu, Evraz PLC, sebuah perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya terjungkal 12,59 persen.

Disusul oleh saham perusahaan pertambangan multinasional yang tercatat di Inggris dengan kantor pusat di London, Anglo American PLC, terperosok 5,95 persen; serta perusahaan pertambangan yang berfokus pada pertambangan aluminium, borat, tembaga, emas, bijih besi, timah, perak, timah, uranium dan bahan baku titanium Rio Tinto PLC anjlok 5,71 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.