Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengenaskan, Seorang Warga Riau Tewas Diserang Harimau, Kepala dan Tubuhnya Terpisah

📅 Jumat, 21 Apr 2023, 14:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengenaskan, Seorang Warga Riau Tewas Diserang Harimau, Kepala dan Tubuhnya Terpisah Doc: antara
Ket. Tangkapan layar - Warga Kecamatan Siak, Kabupaten Siak ditemukan tewas diduga diserang harimau saat memanen karet dan sawit.

PEKANBARU - Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Provinsi Riau menduga kuat warga Kabupaten Siak, Andi Sukernan (33) yang tewas dengan kondisi kepala dan tubuhnya terpisah merupakan akibat interaksi negatif yang bersangkutan dengan harimau Sumatera.

"Berdasarkan kronologis korban yang kita dapatkan diduga kuat adanya interaksi negatif harimau Sumatera. Untuk mengkonfirmasinya tim kami cek tempat kejadian peristiwa dan pasang kamera jebak," kata Kepala BB KSDA Riau, Genman Hasibuan di Pekanbaru, Jumat (21/4).

Kemudian lanjutnya jika hasil kamera jebak tersebut mengkonfirmasi keberadaan harimau Sumatera, pihaknya akan akan memasang kandang jebak. Dan selanjutnya untuk dievakuasi ke habitat terdekat harimau Sumatera.

Menurut dia setelah kejadian pada Kamis (20/4) kemarin itu, Tim Resort Siak BB KSDA Riau sudah datang ke rumah duka. Sementara langkah yang dilakukan adalah pendekatan dan pendampingan kepada keluarga korban sekaligus koordinasi dengan kepolisian.

"Tim cek ke TKP untuk melihat kondisi lapangan dan mencari data-data pendukung terhadap kejadian tersebut seperti jejak Harimau Sumatera serta memasang kamera jebak untuk konfirmasi keberadaannya," ucapnya.

Sebelumnya seorang warga Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak, Andi Sukerman ditemukan tewas saat melakukan pemanenan getah di lahan miliknya di Kampung (desa) Tumang. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari saksi diketahui pada pukul 10.00 WIB, Kamus (20/4) korban dan ibunya pergi menggunakan sepeda motor dengan tujuan hendak memanen karet dan sawit.

Pada pukul 14.00 WIB keduanya masih berada di kebun dengan posisi berjauhan namun untuk berbicara masih bisa didengar. Setengah jam kemudian ketika ibunya mengajak pulang korban menyahut, tapi setelah ditunggu-tunggu tak kunjung muncul.

Ibunya pun mencari dan betapa terkejutnya dia hanya menemukan sepatu dan darah yang berserakan. Ibunya pun ketakutan dan berlari menuju keluar kebun dan berjalan kaki menuju rumahnya di Jalan Kwalian untuk mengabari kepada suaminya.

Selanjutnya masyarakat masuk ke lokasi kebun melakukan pencarian dibantu oleh Personil TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta pihak keluarga. Pada pukul 17.35 WIB akhirnya korban ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia dengan kepala berpisah dari badan dan terdapat bekas cakaran serta dalam keadaan telanjang.

Selain itu terdapat bekas seretan diduga oleh binatang buas sejauh lebih kurang 700 meter. Sementara celana, potongan baju terpisah 200 meter dari korban.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.