Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengobatan Ida Dayak Memikat Ribuan Orang, Kenapa Mereka Percaya?

📅 Kamis, 20 Apr 2023, 13:47 WIB | Oleh: Tim Penulis

Gaya komunikasi Ida Dayak yang cenderung menyentuh empati pasien menyebut basmallah dan doa-doa yang menyejukkan ketika "mengobati pasien", adalah bentuk terbaik komunikasi konteks tinggi.

Selain itu, Ida Dayak tidak terlalu berfokus pada ongkos pengobatan. Hal ini tentu menaikkan kredibilitas Ida Dayak di mata pasiennya sebagai manusia yang diberkahi Tuhan tanpa mengharapkan imbalan.

Kondisi ini tentu berbeda dengan pengobatan medis modern, terutama dokter yang lebih banyak menekankan gaya komunikasi konteks rendah kepada pasiennya. Gaya komunikasi konteks rendah memungkinkan pesan di dalamnya bersifat eksplisit (langsung), logis, dan berdasarkan bukti.

Sebagai contoh pasien patah tulang akan diberikan informasi secara jelas oleh dokter dengan penanganan yang bervariasi seperti dipasang gips atau bahkan dioperasi bedah. Informasi yang disampaikan biasanya disertai dengan penjelasan kemungkinan risiko penyembuhan yang sulit serta lama.

Tidak ada yang salah dari informasi pesan yang dikandungnya. Namun, hal ini akan berdampak buruk jika disampaikan secara langsung tanpa memperhatikan empati pasien, terutama atlet, anak muda dan pekerja fisik lainnya.

Hal ini akan semakin rumit apabila pasien adalah masyarakat miskin yang membutuhkan usaha lebih untuk menyembuhkan penyakitnya.

Jaminan Kesehatan Nasional belum sempurna

Para pemangku kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan tenaga kesehatan masih menerapkan komunikasi konteks rendah yang kurang berempati terhadap masyarakat kita.

Seperti mempertanyakan apa sulitnya mengakses program JKN yang diklaim mampu diakses oleh setiap lini masyarakat. Pernyataan-pernyataan mereka bahkan terkesan menyindir masyarakat yang suka mengarang cerita untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan.

Gaya komunikasi seperti ini tidak cocok diterapkan dalam budaya masyarakat Indonesia yang lebih membutuhkan empati ketika bertukar pesan. Terlebih lagi, masih banyak masyarakat kita yang terbukti belum mendapatkan layanan JKN.

Tentu hal ini sangat bertolak belakang dengan kebanyakan "praktisi" pengobatan tradisional yang masih menjunjung tinggi rasa empati kepada kondisi pasien.

Saat ini program JKN memang jauh lebih baik, dengan penerapan sistem online dan aplikasi untuk mempermudah akses masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan.

Namun, patut diingat bahwa masyarakat kita masih ada yang belum memahami prosedur mendapatkan pelayanan program JKN. Alasan utamanya adalah prosedur yang rumit dan sulit dipahami masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.