G7 Berjanji Setop Penggunaan Bahan Bakar Fosil Lebih Cepat
📅 Minggu, 16 Apr 2023, 12:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Jiji Press/STR
SAPPORO - Negara-negara G7 pada Minggu (16/4), berjanji akan mempercepat penghapusan bahan bakar fosil dan mendesak negara-negara lain untuk melakukan hal yang sama. Namun G7 tidak menetapkan tenggat waktu baru untuk keluar dari sumber energi seperti batu bara.
Dalam sebuah pernyataan setelah pembicaraan dua hari di Jepang, menteri iklim dan lingkungan dari negara-negara maju terkemuka menguraikan upaya menjaga pemanasan global di bawah batas utama 1,5 derajat Celcius.
Mereka berjanji untuk "mempercepat penghentian bahan bakar fosil yang berkelanjutan untuk mencapai nol bersih dalam sistem energi paling lambat pada 2050... dan meminta pihak lain untuk bergabung dengan kami dalam mengambil tindakan yang sama".
Namun kelompok itu tidak memberikan tenggat waktu baru di luar janji G7 tahun lalu untuk mengakhiri sebagian besar penggunaan bahan bakar fosil di sektor listrik mereka pada 2035.
Menteri Transisi Energi Prancis Agnes Pannier-Runacher menyebutkan kata-kata tentang "penghapusan" bahan bakar fosil tetap merupakan "langkah maju yang kuat" menjelang KTT G20 dan COP28 akhir tahun ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kemajuan paling penting yang telah kami buat jelas merupakan fakta bahwa kami setuju untuk beralih dari bahan bakar fosil non-karbon," katanya kepada AFP.
Inggris dan Prancis telah mengusulkan tujuan baru untuk mengakhiri tenaga batu bara yang "tidak berkurang" dalam sistem kelistrikan G7 pada dekade ini.
Tetapi dengan pasokan energi global yang masih terjepit oleh perang di Ukraina, target itu mendapat penolakan dari anggota lain, termasuk presiden blok Jepang dan Amerika Serikat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya jelas ingin bisa membuat komitmen menghapus batu bara secara bertahap pada 2030," kata Pannier-Runacher.
"Ini tidak mungkin, dan ini adalah salah satu masalah yang masih bisa kami buat kemajuannya dalam diskusi yang akan datang, khususnya di COP28."
Kurangi 'Permintaan Gas'
G7 yang juga mencakup Jerman, Italia, Kanada, dan UE, semuanya menargetkan emisi net-zero pada 2050 atau lebih cepat setelah penandatanganan Perjanjian Paris untuk membatasi pemanasan di bawah 2C, dan idealnya 1,5C.
Para menteri berada di bawah tekanan untuk mengumumkan langkah-langkah ambisius setelah laporan iklim PBB memperingatkan bulan lalu bahwa kenaikan 1,5 derajat Celcius akan terlihat dalam waktu sekitar satu dekade tanpa tindakan "cepat dan menjangkau jauh".
Tetapi para aktivis mengungkapkan kekhawatiran menjelang pembicaraan itu, bahwa Jepang yang didukung Jerman dan lainnya, bisa membuat janji itu molor seperti mengakhiri pembiayaan bahan bakar fosil baru di luar negeri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!