Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Baik, Populasi Harimau di India Meningkat di Atas 3.000 Ekor

📅 Sabtu, 15 Apr 2023, 14:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Baik, Populasi Harimau di India Meningkat di Atas 3.000 Ekor Doc: Conservation India
Ket. India telah mampu meningkatkan jumlahnya berkat "partisipasi masyarakat" dan "budaya konservasi" negara tersebut.

NEW DELHI - Populasi harimau liar India, yang terbesar di dunia, meningkat di atas 3.000, menurut sensus yang dirilis hari Minggu. Kondisi ini dapat meningkatkan upaya untuk melestarikan spesies yang terancam punah.

Harimau pernah berkeliaran di seluruh Asia tengah, timur, dan selatan.

Namun dalam 100 tahun terakhir, harimau telah kehilangan lebih dari 93 persen wilayah jelajahnya dan kini hanya bertahan hidup dalam populasi yang tersebar di 13 negara, menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Sensus India memperkirakan ada 3.167 harimau di alam liar di seluruh negeri, naik dari 2.967 yang dilaporkan dalam sensus terakhir.

Survei dilakukan setiap empat tahun, menggunakan jebakan kamera dan program komputer untuk mengidentifikasi setiap makhluk secara individual.

Tingkat kenaikan telah melambat menjadi kurang dari tujuh persen selama periode tersebut, turun dari 30 persen dalam empat tahun sebelumnya.

Namun Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan, gambaran baru itu merupakan "momen yang membanggakan".

"Keluarga kita berkembang," katanya pada sebuah upacara di selatan kota Mysuru."Ini masalah kebanggaan, tidak hanya untuk India tapi juga seluruh dunia."

Deforestasi, perburuan liar, dan perambahan manusia pada habitat telah menghancurkan populasi harimau di seluruh Asia, tetapi Modi mengatakan India telah mampu meningkatkan jumlahnya berkat "partisipasi masyarakat" dan "budaya konservasi" negara tersebut.

India sekarang menjadi rumah bagi 75 persen populasi harimau global dan juga "negara dengan penyebaran harimau terbesar di dunia", tambahnya.

Pada 1900, lebih dari 100.000 harimau diperkirakan berkeliaran di planet ini.Tapi jatuh ke rekor terendah 3.200 pada 2010.

Tahun itu, India dan 12 negara lain dengan populasi harimau menandatangani perjanjian untuk menggandakan jumlah kucing besar mereka pada 2022.

India diyakini memiliki populasi harimau sekitar 40.000 pada saat kemerdekaan dari Inggris pada 1947.

Angka itu turun selama dekade berikutnya menjadi sekitar 3.700 pada 2002 dan terendah sepanjang masa 1.411 empat tahun kemudian, tetapi jumlahnya terus meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...

Disney Angkat Mantan CEO Character.AI sebagai Direktur Teknologi

31 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Disney Angkat Mantan CEO Ch...

BPBD Probolinggo Kirim 12.000 Liter Air ke Desa Terdampak Kekeringan

36 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
BPBD Probolinggo Kirim 12.0...

Spanyol Memindahkan Ratusan Migran di Ceuta ke Penampungan Baru

36 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Spanyol Memindahkan Ratusan...
Advertisement
Peringati Hari Ozon Sedunia, Jakarta Padamkan Lampu Selama 60 Menit Malam Ini

Peringati Hari Ozon Sedunia, Jakarta Padamkan Lampu Selama 60 Menit Malam Ini

19 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.