Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bongkar Muat Tetap Dilaksanakan Selama Libur Idul Fitri, Antisipasi Penumpukan Kontainer Ekspor Impor

📅 Sabtu, 15 Apr 2023, 06:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bongkar Muat Tetap Dilaksanakan Selama Libur Idul Fitri, Antisipasi Penumpukan Kontainer Ekspor Impor Doc: ANTARA/Hanif Nashrullah
Ket. Sejumlah depo kontainer terlihat di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur.

Surabaya - Bongkar muat tetap dilaksanakan selama libur Idul Fitri. Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mengantisipasi penumpukan kontainer dari aktivitas bongkar muat barang-barang ekspor impor yang dipastikan tetap beroperasi selama masa liburan Idul Fitri.

Direktur Utama (Dirut) SPTP M Adji di Surabaya, Jumat, menyatakan pihaknya telah menerima Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Instansi, yaitu Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Bina Marga dan Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri), yang menegaskan distribusi atau angkutan barang tidak boleh beroperasi di jalan raya demi kelancaran arus mudik dan balik selama masa liburan Idul Fitri.

"Termasuk barang-barang yang berasal dari impor dan ekspor, demi kelancaran arus mudik dan balik Idul Fitri, mulai tanggal 17 April hingga 2 Mei 2023 dilarang beroperasi," katanya.

SPTP mengelola sebanyak 27 terminal di berbagai pelabuhan se-Indonesia yang dipastikan tetap beroperasi selama masa liburan Idul Fitri.

Adji memprediksi hanya kapal-kapal domestik yang tidak akan berlayar mengikuti aturan SKB 3 instansi karena setibanya di pelabuhan barang-barangnya dipastikan tidak dapat didistribusikan selama tanggal yang telah ditentukan.

"Namun bagi kapal-kapal dari luar negeri yang mengangkut barang-barang ekspor dan khususnya impor dipastikan tetap berlayar," ujarnya.

Sehingga SPTP memastikan tetap akan melayani pelayanan bongkar muat di 27 terminal se- Indonesia.

Untuk itu, kata dia, SPTP telah menyiapkan antisipasi penumpukan kontainer dari barang-barang ekspor impor tersebut karena tetap tidak diperbolehkan keluar dari pelabuhan menurut aturan SKB 3 instansi.

"Terminal sudah menyiapkan beberapa strategi. Pertama, kami punya beberapabuffer blockuntuk dioptimalkan sebaik mungkin. Terus kemudian yang tadinya biasanya ditumpuk sekitar tiga kontainer, rata-rata bisa diisi lebih tinggi lagi untuk menambah kapasitas," katanya.

Kemudian, Adji mengatakan, antara blok ekspor dan impor di tiap terminal yang biasanya dipisah, bisa pakai sistem fleksibel blok.

"Jadi nanti tergantung blok mana yang paling dibutuhkan untuk menampung kontainer," ujarnya.

SPTP telah berkoordinasi dengan segenap pemangku kepentingan, di antaranya agar dapat memanfaatkan depo-depo di sekitar wilayah pelabuhan untuk menampung kontaner-kontainer ekspor impor seandainya di dalam terminal sudah penuh.

"Selain itu, dalam rapat koordinasi bersama segenap pemangku kepentingan kemarin, kami menyatakan siap memberi insentif mencapai 50 persen untuk meringankan biaya logistik selama barang-barang milik pengguna jasa tidak diperbolehkan keluar dari pelabuhan," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.