Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi Nasional Masih Resilien

📅 Jumat, 14 Apr 2023, 09:11 WIB | Oleh:
Ekonomi Nasional Masih Resilien Doc: istimewa

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan tetap resilien tahun ini meskipun di tengah pelemahan ekonomi global. Konsumsi domestik masih menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Ekonom PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri), Faisal Rachman, memperkirakan perekonomian Indonesia tumbuh 5,04 persen secara tahunan pada 2023. Angka tersebut di atas proyeksi ekonomi global.

Sebelumnya, kata Faisal dalam keterangan, Kamis (13/4), Dana Moneter Dunia (IMF) memperkirakan PDB riil global akan tumbuh sebesar 2,8 persen di 2023 dan 3,0 persen di 2024, atau turun tajam dari 3,4 persen pada 2022 karena kebijakan moneter global yang lebih ketat.

Perkiraan 2023 dan 2024 diturunkan sebesar 0,1 poin persen dari perkiraan yang dikeluarkan pada Januari, sebagian karena kinerja yang lebih lemah di beberapa negara besar serta ekspektasi pengetatan moneter lebih lanjut untuk melawan inflasi yang terus-menerus.

Dengan koreksi melemah ekonomi dunia tersebut, Faisal memperkirakan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 akan bergeser dari sektor eksternal ke sektor domestik.

"Kegiatan ekspor terlihat melemah seiring dengan perlambatan ekonomi global, terutama di AS dan Eropa, tetapi pembukaan kembali ekonomi Tiongkok dapat mendukung permintaan eksternal sampai taraf tertentu," katanya dalam keterangan resmi itu pula.

Ekspor juga diperkirakan akan melemah karena penurunan harga komoditas secara bertahap. Meski demikian, di dalam negeri, konsumsi rumah tangga Indonesia akan ditopang oleh inflasi yang menurun berkat keberhasilan pemerintah menjaga pasokan dan harga pangan.

"Pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada akhir 2022 juga meningkatkan mobilitas dan permintaan masyarakat," katanya.

Pengeluaran pemerintah yang terkontraksi pada 2022 di tengah penurunan pengeluaran untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional karena Covid-19 diperkirakan akan kembali tumbuh pada 2023.

Konsolidasi fiskal atau kembalinya defisit fiskal menjadi di bawah 3 persen dari PDB lebih cepat dari yang direncanakan memberikan ruang bagi pemerintah untuk kembali ke kebijakan pro-pertumbuhan, termasuk persiapan Pemilu 2024.

Sumber pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi, juga akan bergeser dari investasi terkait komoditas menjadi investasi untuk infrastruktur.

"Hal ini ditopang oleh peningkatan anggaran infrastruktur dalam APBN 2023, kelanjutan Proyek Strategis Nasional, proyek hilirisasi, dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru," ujarnya lagi.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, memprediksi ekonomi Indonesia kuartal I-2023 tumbuh di bawah lima persen.

"Kami memprediksi pada kuartal pertama 2023 ini pertumbuhan ekonomi akan di bawah lima persen, tepatnya di 4,7 hingga 4,9 persen, sedangkan untuk full year 2023 4,5-5 persen," kata Faisal

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

27 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.