Dinkes: Jika Alami Gejala Covid Arcturus, Segera Cek ke Puskesmas
📅 Jumat, 14 Apr 2023, 14:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: antara
JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau kepada seluruh masyarakat yang memiliki gejalaCovid-19varianarcturus, mulai dari batuk hingga muntah untuk memeriksa ke puskesmas kecamatan terdekat.
"Masyarakat yang memiliki gejala Covid-19 seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, hidung tersumbat dan sulit mencium bau, demam, mual dan muntah, disarankan memeriksakan ke puskesmas kecamatan terdekat di DKI Jakarta," kata Kasie Surveilans Imunisasi Dinkes DKI Ngabila Salama melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat (14/4).
Adapun layanan PCR di puskesmas DKI Jakarta ini disediakan gratis pada jam kerja untuk orang yang memiliki gejalaCovid-19atau pun kontak erat kasus positifCovid-19.
"Ini untukwarga KTP/domisili DKI Jakarta atau yang beraktivitas rutin di Jakarta baik sekolah/bekerja. Silakan datang ke puskesmas terdekat," ujar Ngabila.
Untuk layanan antigen dapat diperoleh gratis 24 jam di puskesmas kecamatan DKI Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ngabila juga memastikan bahwa Dinkes DKI Jakarta akan terus memperkuatgenome sequencinguntuk semua kasus positif yang ditemukan di Jakarta dari laboratorium kesehatan Masyarakat (labkesmas) dan swasta.
"Apapun variannya, setiap pihak diharapkan tetap bekerja sama untuk perkuat imunitas dengan pola hidup sehat dan imunisasi. Cegah sakit tetap lebih baik dengan disiplin bermasker terutama jika sedang sakit atau berdekatan dengan orang sakit. Sebab kasus meningkat yang ditemukan di puskesmas (komunitas), level penularan utama berada di keluarga," ucap Ngabila.
Lebih lanjut, Ngabila juga menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan kesehatan pada pasien kedua yang terkena varian XBB.1.16 atau Arcturus itu mengalami pneumonia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pasien kedua arcturus di Jakartaalami batuk kencang dan radang paru (pneumonia)," ujar Ngabila.
Dari data di India, varian Arcturus yang masih merupakan turunan omicron itu disebutkan memiliki gejala baru yang berbeda dari varian lainnya yaitu mata merah dan peningkatan kotoran pada mata.
"Saat ini kedua pasien acturus di Jakarta keduanya tidak mengalami mata merah. Tapi ada beberapa pasienCovid-19perawatan di RS yang mengalami gejala mata merah. Sedang kami proses pemeriksaan genome sequencing," jelas Ngabila.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!