Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pakar PBB Puji Langkah Malaysia Hapus Hraktik 'Wajib' Hukuman Mati

📅 Rabu, 12 Apr 2023, 20:33 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pakar PBB Puji Langkah Malaysia Hapus Hraktik 'Wajib' Hukuman Mati Doc: Anadolu Agency
Ket. Markas PBB di New York

JENEWA - Pakar hak asasi manusia PBB pada Selasa (11/4) memuji langkah Malaysia mengakhiri praktik wajib hukuman mati untuk berbagai kejahatan serius.

Sebelumnya pada pekan lalu, Parlemen Malaysia mengumumkan untuk menghapus praktik wajib hukuman mati untuk pelanggaran seperti pembunuhan, terorisme, dan pengkhianatan, menggantinya dengan hukuman termasuk hukuman seumur hidup.

"Keputusan itu berpotensi menyelamatkan nyawa 1.300 orang terpidana mati dan mendukung tren global menuju penghapusan universal," kata pakar PBB dalam sebuah pernyataan.

Mereka punn menggarisbawahi bahwa hukuman mati tidak sesuai dengan prinsip dasar hak asasi manusia dan martabat.

"Itu menyangkal kemungkinan hakim untuk mempertimbangkan keadaan pribadi terdakwa atau keadaan pelanggaran tertentu dan mengindividualisasikan hukuman," baca pernyataan itu.

"Hukuman mati wajib tidak sesuai dengan pembatasan hukuman mati pada kejahatan paling serius".

Undang-undang baru, yang akan diterapkan secara surut, akan memberikan waktu 90 hari kepada terpidana mati untuk meminta peninjauan kembali hukuman mereka, tambah pernyataan itu.

Para pakar PBB mengungkapkan harapan bahwa keputusan tersebut akan membuka jalan bagi penghapusan sepenuhnya hukuman mati di Malaysia, dan akhirnya di seluruh wilayah. Anadolu/I-1???????

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.