Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Imbau Pemudik Tak Masuk Yogyakarta Jika Sekadar Melintas

📅 Rabu, 12 Apr 2023, 16:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Imbau Pemudik Tak Masuk Yogyakarta Jika Sekadar Melintas Doc: ANTARA/Luqman Hakim
Ket. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X

YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, meminta para pemudik saat masa mudik Lebaran tidak perlu memasuki wilayah Kota Yogyakarta jika tujuannya sekadar untuk melintas.

"Kalau hanya lewat, dia tidak usah lewat Jalan Solo, tapi sampai Prambanan sudah belok, atau masuk ring road lewat selatan atau lewat utara jadi tidak usah masuk Kota Yogyakarta," kata Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa (11/4).

Imbauan itu disampaikan Sultan HB X untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas yang biasanya muncul di sepanjang Jalan Solo-Yogyakarta saat masa mudik Lebaran.

"Karena dengan cara seperti ini tidak akan terjadi kepadatan arus di Jalan Solo-Yogyakarta," kata dia.

Ia mengakui arus lalu lintas di kawasan Malioboro Yogyakarta biasanya selalu padat saat memasuki masa mudik Lebaran.

Namun demikian, Sultan meyakini potensi kepadatan arus dapat dikurangi manakala pengaturan kantong parkir di kawasan itu dipersiapkan dengan baik.

"Nanti akan ada rapat koordinasi bagaimana kita mencegah agar lalu lintas ini tidak penuh sesak," kata dia.

Jika melihat Lebaran tahun-tahun sebelumnya, Sri Sultan berharap lalu lintas di Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo betul-betul diatur karena ruas jalan di dua kabupaten ini relatif lebih sempit, utamanya untuk kendaraan bus.

"Mungkin jalur masuk dan keluar bisa dibuat berbeda. Tapi dengan pengalaman yang sudah sekian tahun, saya kira mereka (pemerintah kabupaten) sudah tahu apa yang harus dilakukan," kata dia.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan sebanyak 5,8 juta pemudik diperkirakan memasuki wilayah DIY pada momentum Lebaran 2023.

Dari jutaan pemudik yang bakal memasuki DIY tersebut, yang menggunakan sepeda motor diperkirakan mencapai 20,3 persen atau 1,2 juta orang, sedangkan mobil pribadi 22,07 persen atau 1,3 juta orang. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Kapal Tanker Pertamina Bant...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.