Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sejarah 11 April: Peringatan World Parkinson’s Day

📅 Selasa, 11 Apr 2023, 17:33 WIB | Oleh:
Sejarah 11 April: Peringatan World Parkinson’s Day Doc: Shutterstock
Ket. Ilustrasi.

Hari ini, 11 April setiap tahunnya dirayakan sebagai World Parkinson's Day atau Hari Parkinson Dunia. Alih-alih merayakan, World Parkinson's Day diadakan untuk mengingatkan sekaligus meningkatkan kesadaran dan mendidik orang tentang parkinson, sebuah penyakit neurodegeneratif yang mempengaruhi sistem saraf.

Menurut US National Institute of Health, parkinson merupakan gangguan otak yang menyebabkan gerakan yang tidak diinginkan atau tidak terkendali, seperti gemetar, kaku, dan kesulitan keseimbangan dan koordinasi.

Penyakit ini terjadi dengan bertambahnya usia meskipun juga dapat menyerang orang muda yang berusia kurang dari 50 tahun. Menurut data terbaru dari Parkinson's Foundation, lebih dari 10 juta orang menderita Parkinson di seluruh dunia.

Gejala parkinson sendiri biasanya dimulai secara bertahap dan memburuk seiring berjalannya waktu. Seiring perkembangan penyakit, orang mungkin mengalami kesulitan berjalan dan berbicara. Mereka mungkin juga mengalami perubahan mental dan perilaku, masalah tidur, depresi, kesulitan ingatan, dan kelelahan.

Adapun World Parkinson's Day diperingati pada tanggal 11 April setiap tahunnya untuk menandai ulang tahun kelahiran James Parkinson, seorang dokter sekaligus ilmuwan Inggris yang pertama kali mengidentifikasi parkinson sebagai kondisi medis.

James Parkinson, pertama kali menggambarkan penyakit ini dalam sebuah esai bertajuk "An Essay on the Shaking Palsy", yang diterbitkan pada tahun 1817. Dia menggambarkan parkinson sebagai pola kekuatan otot yang berkurang dan gerakan gemetar yang tidak disengaja.

Dia juga menulis tentang fakta bahwa ada kecenderungan orang dengan penyakit ini untuk menekuk tubuh ke depan dan tanpa sadar beralih dari berjalan ke berlari, sementara indra dan kecerdasan memburuk.

Baru beberapa dekade kemudian, pada tahun 1870-an, penyakit itu diberi nama penyakit Parkinson. Hal ini ditandai dengan kinerja ahli saraf asal Prancis bernama Jean Martin Charcot yang melanjutkan studi yang dimulai oleh Dr. Parkinson, Charcot kemudian menamai penyakit itu dengan nama Parkinson yang diambil dari nama James Parkinson untuk menghormatinya.

Sementara itu, menurut laman Days of the Year, World Parkinson's Day pertama terjadi pada tahun 1997. Peringatan itu dimulai dengan kolaborasi antara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Asosiasi Penyakit Parkinson Eropa (EPDA).

Kala itu keduanya memiliki fokus pada peningkatan kesadaran dan dukungan untuk penelitian dan informasi seputar pencegahan penyakit dan obat untuk kondisi medis ini. Sekarang, World Parkinson's Day menjadi hari libur resmi WHO yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.