Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Harus Optimalkan Serapan Gabah Petani sebelum Impor

📅 Selasa, 11 Apr 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Harus Optimalkan Serapan Gabah Petani sebelum Impor Doc: Sumber: BPS - KORAN JAKARTA/ONES

» Impor sampai dua juta ton menunjukkan pemerintah masih dikuasai oligarki yang mengeruk keuntungan.

» Prinsip utama kebutuhan pangan nasional harus dipenuhi dari produksi dalam negeri.

JAKARTA - Pemerintah seharusnya mengoptimalkan penyerapan gabah petani sebelum memutuskan mengimpor 2 juta ton beras. Penyerapan itu penting untuk tetap menjaga harga di tingkat petani serta mengetahui jumlah produksi dalam negeri yang sebenarnya, sebelum memutuskan masih perlu impor atau tidak.

Dengan mengetahui jumlah produksi nasional musim panen saat ini maka akan diketahui berapa tambahan untuk menjaga stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa, mengaku belum habis pikir dengan langkah pemerintah mengimpor beras saat panen raya.

Impor sampai dua juta ton, jelas Awan, menunjukkan pemerintah masih dikuasai oligarki yang mengeruk keuntungan besar dari impor pangan.

Menurut Awan, ada yang belum ideal dalam tata produksi dan tata niaga (distribusi) beras di Indonesia. "Beras yang merupakan hajat hidup orang banyak masih menjadi arena perburuan rente yang tidak selalu berkaitan dengan kesejahteraan petani," tegasnya.

Kalau melihat kebijakan impor beras yang terus berulang, semestinya petani sudah sejahtera dengan Nilai Tukar Petani (NTP)- nya tinggi, karena mereka menghasilkan produk yang demand-nya sangat tinggi, bahkan sering kali tidak bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, saat mendampingi Presiden Jokowi menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Gudang Bulog Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (10/4), mengatakan langkah impor beras dilakukan hanya untuk mengantisipasi kekurangan stok komoditas di dalam negeri.

Dia mengatakan impor atau tidak sangat bergantung kebutuhan negara untuk buffer (penyanggah) stok.

"Kalau seumpama Gudang Bulog punya daya tampung 3,6 juta ton, kalau itu bisa terpenuhi kami tidak perlu impor, sesuai kebutuhan ya," jelas Budi.

Beras impor pun, paparnya, bukan untuk dijualbelikan, tetapi diperuntukkan untuk cadangan yang diperlukan negara. Daerah yang bukan produsen beras dan menerima bantuan sosial akan dipenuhi dari beras impor. Dengan demikian, bantuan sosial dapat diberikan secara merata.

"Misalnya di daerah Maluku Utara, kan kurang ya. Walaupun Ambon produksi beras, tapi kalau untuk wilayah lain belum tentu cukup, memang hanya untuk yang kami suplai," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.