Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bazaar Lebaran Atasi Lonjakan Permintaan Jelang Idul Fitri

📅 Selasa, 11 Apr 2023, 16:21 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bazaar Lebaran Atasi Lonjakan Permintaan Jelang Idul Fitri Doc: Istimewa.
Ket. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika saat membuka acara Bazaar Lebaran di Plaza Kemenperin, Jakarta, Selasa (11/4).

JAKARTA - Pemerintah terus mengendalikan harga selama momentum Ramadan. Kali ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar Bazaar Lebaran untuk memenuhi lonjakan permintaan jelang lebaran.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika mengatakan acara ini merupakan kesempatan yang baik bagi kita semua untuk mengenalkan berbagai produk-produk industri makanan dan minuman menjelang Lebaran, tren permintaan terhadap barang kebutuhan pokok akan meningkat tajam. Sementara itu, untuk memenuhi kenaikan permintaan tersebut, tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan stok pasar, tetapi juga perlu didukung pendistribusian yang tepat sasaran.

"Bazaar Lebaran ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pegawai dan masyarakat sekitar untuk mendapatkan bahan makanan, minuman, dan sandang lainnya dengan harga terjangkau. Seperti tahun-tahun sebelumnya, bila Ramadan tiba, Bazaar Lebaran akan menjadi suatu kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat luas khususnya umat muslim dalam rangka persiapan untuk menyambut hari raya Idul Fitri," ungkap Putu saat membuka acara Bazaar Lebaran di Plaza Kemenperin, Jakarta, Selasa (11/4).

Dia menegaskan pelaksanaan Bazaar Lebaran merupakan bentuk kepedulian dan wujud partisipasi Kemenperin dalam menyambut Lebaran dengan meningkatkan peran Plasa Pameran Industri, yang bisa dimanfaatkan para perajin dan pengusaha untuk berpromosi sekaligus membantu masyarakat dalam mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Adapun Bazaar lebaran pada tahun ini akan diikuti oleh 75 perusahaan baik skala besar, menengah maupun usaha kecil (UKM), produk-produk yang akan ditampilkan antara lain makanan (minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, biskuit, olahan daging, dll), minuman (sirop, susu, minuman ringan lainnya), tekstil (pakaian jadi, sarung), elektronika dan makanan siap saji lainnya.

Putu menururkan pertumbuhan industri non migas pada tahun 2022 mencapai 5,01 persen, meningkat bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 3,67 persen. Pertumbuhan industri Makanan dan Minuman pada tahun 2022 mencapai 4,90 persen meningkat signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 2,54 persen.

Industri pengolahan non migas pada 2022 ini berkontribusi sebesar 16,48 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Nasional, dimana kontribusi terbesar terhadap industri pengolahan non migas diberikan oleh Industri Makanan dan Minuman sebesar 38,35 persen.

"Sumbangan nilai ekspor produk Industri makanan dan minuman sampai dengan triwulan IV tahun 2022 mencapai 48,61 miliar dollar AS atau memberikan kontribusi sebesar 16,65 persen dari total ekspor nasional. Dengan nilai impor sebesar 16,52 miliar dollar AS sehingga menyebabkan nilai neraca perdagangan surplus sebesar 32,09 dollar AS," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

33 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

50 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.