Paskah Pererat Toleransi Antarumat Beragama
📅 Sabtu, 08 Apr 2023, 01:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa
PALANGKARAYA - Anggota DPR RI Agustiar Sabran mengatakan perayaan Paskah bagi umat Kristiani dan Katolik menjadi momentum mempererat toleransi antar umat beragama.
"Semoga seluruh umat Katolik dan Kristiani makin maju, kuat dalam kebersamaan dengan semua elemen bangsa dalam menjaga persatuan dan memajukan pembangunan bagi kemaslahatan bangsa, serta negara, khususnya dalam membangun kesejahteraan di Kalteng," kata Anggota DPR dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Jumat (7/4).
Kakak Kandung Gubernur Kalteng Sugianto Sabran itu menuturkan, peringatan Paskah menunjukkan bahwa agama lahir sebagai instrumen pencerahan bagi umat manusia.
Paskah telah menunjukkan kesetiaan pengorbanan dan pelayanan yang tulus dalam merentangkan jalan keselamatan, sehingga di balik itu momentum sakral itu membuktikan bahwa ajaran agama lahir sebagai instrumen pencerahan bagi seluruh umat manusia. "Siapapun orangnya, kita sebagai manusia adalah pelayan bagi sesama. Kehidupan yang rukun dan harmonis hanya bisa tercipta dalam suasana kebersamaan dan perasaan yang empati terhadap penderitaan orang lain," ucapnya.
Agustiar Sabran yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng tersebut, juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Paskah ini sebagai momentum yang tepat untuk mempererat kesatuan dan persatuan antarumat beragama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apalagi, perayaan hari spesial tiga agama berlangsung secara berdekatan. Yakni Bulan Suci Ramadhan bagi umat Islam yang saat ini masih berlangsung, Nyepi Tahun Baru Saka 1945 bagi umat Hindu dan Paskah untuk umat Katolik dan Kristiani.
"Saya berharap melalui momentum perayaan Paskah, lintas umat beragama terus berperan dan berkontribusi dalam upaya ikut menjaga kerukunan antarumat beragama, membangun kesatuan dan keutuhan nasional," ungkapnya.
Jumat Agung
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, pemuka agama Kristen Lampung Romo Philipus Suroyo mengatakan perayaan Jumat Agung menjadi momen mengingatkan Kristiani bahwa tidak ada keselamatan tanpa adanya penderitaan dan pengorbanan.
"Tema Jumat Agung dan Paskah tahun ini adalah bangkit bersama Kristus Imam Agung, saudara dan pengantara kita. Jadi kita diajak mengingat kembali detik-detik wafatnya Yesus Kristus yang dikenal dengan Jumat Agung," ujar Romo Philipus Suroyo, di Lampung Selatan, Jumat.
Dia menjelaskan dengan memaknai penderitaan serta perjuangan Sang Juru Selamat diharapkan umat tidak perlu takut menghadapi pergumulan hidup yang penuh duka derita.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!