Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Jateng Gandeng Pkk Guna Memutus Rantai Penularan TB Pada Anak

📅 Sabtu, 08 Apr 2023, 03:16 WIB | Oleh:
Dinkes Jateng Gandeng Pkk Guna Memutus Rantai Penularan TB Pada Anak Doc: ANTARA/Dhoni Setiawan
Ket. Ilustrasi - Sejumlah pasien penderita Tuberkulosis (TB) antre saat akan menjalani pemeriksaan rutin di Puskesmas Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (13/4).

SEMARANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggandeng Tim Penggerak PKK untuk memutus mata rantai penularan penyakit Tuberkulosis (TB) pada anak.

"Ini kami lakukan karena kader PKK yang menjangkau 'akar rumput', sehingga efektif dalam melakukan sosialisasi terhadap bahaya Tuberkulosis untuk memutus mata rantai penyebaran," kata Pelaksana Harian Kepala Dinkes Jateng Riptieni Tri Lutiarsi di Semarang, Jumat.

Ia menyebut kolaborasi dengan PKK dilakukan seluruh pelosok Jateng dan nantinya para kader akan diedukasi bagaimana cara penularan dan memahami ciri-ciri anak yang terkena Tuberkulosis agar bisa melakukan deteksi dini.

Melalui deteksi dini, lanjutnya, penyakit Tuberkulosis bisa disembuhkan dengan konsumsi obat rutin yang tersedia gratis.

Jika konsisten, lanjut dia, Tuberkulosis bisa dieliminasi dari tubuh manusia dalam enam bulan. Tapi jika tidak terdeteksi, maka penderitanya bisa saja terinfeksi tanpa merasakan gejala, kemudian menularkannya kepada orang lain.

"Harapannya, mereka dapat mengedukasi, apabila ada yang terserang atau bergejala, segera diperiksakan ke layanan kesehatan," ujarnya.

Selain menggandeng PKK, lanjut dia, Dinkes Jateng juga telah melakukan sosialisasi, pemberian terapi tuberkulosis dan skrining yang dilakukan di sekolah hingga pondok pesantren.

"Ketika penemuannya makin banyak, kita bisa mengobati. Jangan seperti fenomena gunung es yang kasusnya sedikit, tapi belum tentu tidak ada penularan Tuberkulosis," katanya.

Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Provinsi Jateng Nawal Arafah mengapresiasi kolaborasi tersebut.Menurutnya, Tuberkulosis merupakan satu dari 10 penyakit yang menyebabkan kematian.

Ia mengungkapkan keseriusan Pemprov Jateng dalam memberantas Tuberkulosis yakni dengan Peraturan Gubernur Nomor 93 Tahun 2018 Tentang Rencana Aksi Daerah Menanggulangi Tuberkulosis, dan Komitmen Bebas Tuberkulosis pada 2028.

Karena itu ia mengajak kader PKK di pelosok Jateng menjadi duta pemberantas Tuberkulosis.Nawal menyebut keberhasilan pemberantasan Tuberkulosis bukan hanya tugas pemerintah, masyarakat punya andil dalam pemberantasan penyakit itu.

"Tim Penggerak PKK dan organisasi perempuan, seperti Aisyiyah dan Fatayat, organisasi profesi, harus terlibat dalam penanggulangan TB. Mereka harus menyebarkan informasi melalui berbagai media, media sosial, pesan WhatsApp penyuluhan. Kenali gejalanya, kalau ada, laporkan melalui posyandu atau RT. Kita jangkau untuk mengurangi kasus di Jateng," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.