Penasaran, Apakah Putri Duyung itu Ada? Ini Penjelasannya
📅 Jumat, 07 Apr 2023, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Sepia Times/Universal Images Grou
Peter Goggin, Arizona State University
Putri duyung - makhluk bawah laut yang berwujud setengah ikan dan setengah manusia - sebenarnya tidak ada kecuali dalam imajinasi manusia. Para ilmuwan yang mempelajari lautan untuk Amerika Serikat telah menyelidiki kemungkinan keberadaan mereka dan mengatakan bahwa tidak ada bukti putri duyung yang pernah ditemukan.
Kamu mungkin bertanya-tanya mengapa para ilmuwan pemerintah meneliti pertanyaan ini. Ada banyak cerita tentang putri duyung di TV, internet, dan majalah yang berpura-pura menjadi berita sains sungguhan. Mereka mencoba menipu orang agar percaya bahwa putri duyung itu nyata tanpa bukti nyata. Ini disebut "kriptosains" atau "kriptozoologi", tapi ini bukan sains sungguhan. Jangan biarkan cerita-cerita menarik menipu kamu tentang putri duyung dan makhluk-makhluk lain yang menyenangkan tapi hanya rekaan seperti Bigfoot atau Monster Loch Ness.
Namun, hanya karena putri duyung tidak nyata, bukan berarti mereka tidak bermakna. Mermaids atau merfolk (karena tidak semua dari mereka berjenis kelamin perempuan), memiliki sejarah yang panjang dan dikenal di seluruh dunia - sama halnya dengan naga, peri, dan unicorn.
Jenis-jenis putri duyung
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa cerita putri duyung yang paling awal adalah bagian dari mitologi Yunani kuno dari lebih dari 3.000 tahun yang lalu. Orang Yunani membayangkan banyak makhluk yang sebagian manusia dan sebagian hewan seperti harpies (burung dan manusia) dan centaur (kuda dan manusia).
Terkadang putri duyung mereka baik, seperti dewi Yunani Atargatis, yang melindungi manusia, tapi ada juga yang berbahaya, seperti Siren, yang menyanyikan lagu-lagu indah yang membuat para pelaut menabrakkan kapalnya ke batu dan tenggelam. Putri duyung Irlandia, yang disebut Merrows yang sudah ada sejak 1.000 tahun yang lalu, juga dianggap sebagai pertanda kesialan.
Tubuh putri duyung telah diimajinasikan secara berbeda di berbagai tempat. Ada putri duyung legendaris Jepang yang disebut Ningyo, yang sebagian besar adalah ikan tetapi memiliki wajah manusia. Mungkin kamu pernah menonton film animasi Ponyo, tentang ikan mas dengan wajah seorang gadis kecil? Di Eropa, ada putri duyung yang disebut Melusine yang memiliki dua ekor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Cerita tentang putri duyung juga bervariasi tergantung di mana dan kapan diceritakan. Hanya beberapa yang bercerita tentang putri duyung yang jatuh cinta dan ingin menjadi manusia, seperti Ariel dan Ponyo. Dalam buku cerita Putri Duyung Dari Mars, misalnya, putri duyung telah menghabiskan semua air di Mars dan datang ke Bumi untuk membantu manusia mempelajari pelajaran tentang konservasi air.
Di banyak tempat, putri duyung digunakan sebagai simbol kekuasaan dan kekayaan. Sebagai contoh, kota Warsawa di Polandia memiliki legenda putri duyung yang dianggap sebagai pelindung kota. Ada patung besar putri duyung di sana dan dia bahkan ditampilkan di lambang kota. Banyak kastil di Eropa juga memiliki simbol putri duyung untuk menunjukkan kekuatan dan kekayaan kerajaan - bahkan di negara-negara yang tidak memiliki lautan, seperti Austria.
Mengapa legenda putri duyung bisa ada?
Kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana putri duyung bisa muncul. Mengapa begitu banyak orang di seluruh dunia yang membayangkan mereka sepanjang sejarah? Ini adalah pertanyaan menarik yang mungkin memiliki lebih dari satu jawaban.
Para pelaut yang percaya takhayul seperti Christopher Columbus dan yang lainnya, melaporkan telah melihat putri duyung dalam perjalanan mereka, namun para ilmuwan dan sejarawan berpikir bahwa mereka mungkin telah melihat hewan yang sebenarnya, seperti manatee atau anjing laut.
Sepanjang waktu, orang sering membuat cerita untuk membantu menjelaskan segala macam hal yang tidak dapat mereka pahami pada saat itu. Cerita juga membantu orang memahami impian, keinginan, dan ketakutan mereka sendiri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!