Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Saham Inggris Berakhir Menguat

📅 Kamis, 06 Apr 2023, 03:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Saham Inggris Berakhir Menguat Doc: ANTARA/REUTERS/Toby Melville
Ket. Dokumentasi - Seorang petugas kebersihan jalan melintas gedung London Stock Exchange Group di distrik keuangan City of London, Inggris, Senin (9/3/2020).

London - Melegakan, saham-saham Inggris berakhir lebih tinggi pada perdagangan Rabu waktu setempat (5/4/2023), bangkit dari kerugian sesi sebelumnya, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London terangkat 0,37 persen atau 28,42 poin menjadi menetap di 7.662,94 poin.

Indeks FTSE 100 tergerus 0,50 persen atau 38,48 poin menjadi 7.634,52 poin pada Selasa (4/4/2023), setelah bertambah 0,54 persen atau 41,26 poin menjadi 7.673,00 poin pada Senin (3/4/2023), dan naik 0,15 persen atau 11,31 poin menjadi 7.631,74 poin pada Jumat (31/3/2023).

Polymetal International PLC, sebuah perusahaan pertambangan logam mulia Inggris-Rusia melonjak4,24 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi(top gainer)dari saham-saham unggulan ataublue chips.

Diikuti oleh saham perusahaan jaringan utilitas yang menawarkan layanan air dan air limbah untuk klien di Inggris Raya, United Utilities Group PLC, terangkat 3,36 persen; serta perusahaan industri farmasi dan bioteknologi multinasional Inggris-Swedia AstraZeneca PLC meningkat 3,11 persen.

Sementara itu, Evraz PLC, sebuah perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia membukukan kerugian paling besar(top loser)di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya terjungkal 12,59 persen.

Disusul oleh saham perusahaan distributor produk industri dan elektronik yang berbasis di London, RS Group PLC (sebelumnya Electrocomponents PLC) terperosok 6,26 persen; serta grup bisnis bahan bangunan internasional yang berkantor pusat di Dublin, Irlandia, CRH PLC tergelincir 5,50 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.