Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bantu Myanmar, Menlu RI Tekan Pentingnya Bangun Kepercayaan 'Stake Holders'

📅 Kamis, 06 Apr 2023, 08:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bantu Myanmar, Menlu RI Tekan Pentingnya Bangun Kepercayaan 'Stake Holders' Doc: ANTARA/Aprillio Akbar
Ket. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan press briefing Triwulan Pertama Keketuan ASEAN 2023 di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (5/4/2023).

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan bahwa Indonesia terus berupaya membangun kepercayaan dengan berbagai pemangku kepentingan di Myanmar dalam upaya membantu negara tersebut keluar dari krisis.

"Indonesia akan berusaha terus untuk membanguntrust(kepercayaan)ini. Indonesia berusaha terus membangun jembatan untuk mendekatkan perbedaan-perbedaan yang ada," kata Retno dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (5/4).

Myanmar dilanda krisis sosial, politik, dan ekonomi sejak kudeta yang dilakukan oleh militer terhadap pemerintahan terpilih Myanmar pada 2021.

Kelompok hak asasi manusia dan PBB menyebut militer Myanmar telah melakukan tindakan kejam sebagai bagian dari upaya untuk menindas lawan-lawannya, yang mereka sebut sebagai "teroris" yang berusaha menghancurkan negara itu.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), dalam laporannya yang dirilis pada 9 Maret 2023, menyebut bahwa militer telah meningkatkan serangan-serangan udara, membom desa-desa, sekolah, fasilitas medis, dan kamp-kamp pengungsi.

Laporan itu juga mencatat bahwa lebih dari 3.000 warga sipil tewas dalam dua tahun terakhir.

Retno mengatakan bahwa Indonesia akan terus mencoba memfasilitasi upaya untuk mewujudkankondisi kondusif, dialog inklusif, penghentian kekerasan, dan membuka akses bantuan kemanusiaan.

Dia menuturkan bahwa ada kemajuan dari yang telah dilakukan Indonesia sebagai Ketua ASEAN dalam merespons isu Myanmar selama tiga bulan terakhir ini, salah satunya adalah pelibatan dengan berbagai pemangku kepentingan di Myanmar. Hal itu bertujuan untuk mendorong pelaksanaan dialog nasional yang inklusif.

Retno menyebut pelibatan yang dilakukan selama masakeketuaan Indonesia di ASEAN telah dilakukan dengan sangat intensif.

"Indonesia juga telah memfasilitasi dibukanya kembali komunikasi dan konsultasi dengan berbagaistakeholderagar AHA Centre dapat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang memerlukannya, tanpa memandang latar belakang suku, agama, dan orientasi politik," kata Retno.

Konsultasi untuk menjangkau lebih banyakstakeholdermasih perlu dilakukan sembari mulai mempersiapkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Myanmar, tutup Retno.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

39 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.