Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Lonjakan Harga Komoditas Jelang Idul Fitri

📅 Selasa, 04 Apr 2023, 08:31 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Waspadai Lonjakan Harga Komoditas Jelang Idul Fitri Doc: Istimewa

JAKARTA - Inflasi bulan ini diperkirakan kembali memanas bulan ini seiring momentum Lebaran yang mendorong kenaikan tingkat konsumsi. Karena itu, pemerintah perlu mewaspadai lonjakan harga komoditas menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Kita perlu mewaspadai kenaikan harga beberapa komoditas yang mungkin terdampak tingginya permintaan menjelang Hari Raya Idul Fitri," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini, dalam konferensi pers Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret 2023 di Jakarta, Senin (3/4).

Secara historis, kenaikan harga beberapa komoditas yang perlu diwaspadai yakni tarif angkutan udara, daging sapi, daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, dan lain-lain. Dia mencontohkan pada momen Lebaran tahun lalu, yakni pada Mei 2022, kenaikan harga komoditas terjadi pada tarif angkutan udara sehingga memberi andil inflasi 0,07 persen, telur ayam ras 0,05 persen, ikan segar dan bawang merah masing-masing 0,04 persen, serta nasi dengan lauk dan daging sapi 0,01 persen.

Pudji menjelaskan kenaikan tarif angkutan udara biasanya disebabkan oleh tingginya permintaan menjelang Hari Raya Idul Fitri karena ramainya arus mudik. "Kenaikan harga komoditas daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras juga biasanya disebabkan permintaan yang tinggi, misalnya seperti untuk telur ayam ras karena adanya kebutuhan pembuatan kue Lebaran," tambahnya.

Seperti diketahui, BPS melaporkan inflasi pada Maret lalu tumbuh 0,18 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm) atau di atas capaian pada Februari sebesar 0,16 persen. Dalam tahun kalender berjalan (ytd), inflasi pada Maret tercatat sebesar 0,68 persen, meningkat dibandingkan catatan pada bulan sebelumnya sebesar 0,5 persen.

Sebaiknya Anda baca juga:

Secara tahunan atau dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy), inflasi pada Maret lalu sebesar 4,97 persen. Jika dilihat dari tren, inflasi tahunan pada Maret 2023 turun dari level 5,28 persen (yoy) pada Januari 2023 dan 5,47 persen (yoy) pada Februari 2023. Meski demikian, inflasi bulan lalu masih di atas target pemerintah di kisaran 2-4 persen.

BPS mencatat kenaikan tarif angkutan udara dan harga bensin merupakan penyumbang terbesar inflasi Maret 2023 yang mencapai 0,18 persen (mtm). Dampak kenaikan tersebut diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Prospek 2023

Ekonom Bank Mandiri, Faisal Rachman, memproyeksikan inflasi tahunan diperkirakan akan tetap berada pada kisaran 4-6 persen pada semester I-2023 sebelum menurun dan kembali ke target pemerintah sebesar 2-4 persen pada semester II-2023 di tengah low base effect dari semester pertama 2022.

Dampak putaran kedua dari kenaikan harga BBM bersubsidi September 2022 juga akan terlihat menghilang sama sekali pada semester II-2023.

"Karena itu, kami mempertahankan perkiraan inflasi kami di sekitar 3,60 persen pada akhir 2023," katanya.

Sementara itu, pemerintah mengingatkan para pedagang atau distributor tidak memanfaatkan momentum Idul Fitri untuk mengeruk keuntungan tak wajar. Pelaku usaha diingatkan untuk tidak menaikan harga seenaknya. Kalaupun naik juga, tetap dalam level wajar.

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, mengatakan kondisi harga pangan saat ini stabil dengan stok yang banyak. Dia berharap kondisi ini dapat tetap terjaga sampai dengan Idul Fitri. Pelaku usaha juga diingatkan untuk tidak melakukan penimbunan yang mengancam stabilitas pasokan di pasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.