Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tim Dragonfly NASA Sukses Lewati Uji Persyaratan Teknis

📅 Sabtu, 01 Apr 2023, 10:00 WIB | Oleh:
Tim Dragonfly NASA Sukses Lewati Uji Persyaratan Teknis Doc: Dok. NASA
Ket. Tim misi Dragonfly melewati tonggak utama usai berhasil melewati semua persyaratan teknis dan standar Tinjauan Desain Awal atau Preliminary Design Review (PDR).

Sebelum dapat menerbangkan pesawat rotor atau rotorcraft revolusioner di atas Titan, yang merupakan bulan terbesar planet Saturnus, tim misi Dragonfly NASA perlu melakukan serangkaian tinjauan independen untuk menunjukkan bahwa proyek penerbangan tersebut berjalan sesuai rencana.

Dipimpin oleh Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins atau Johns Hopkins Applied Physics Laboratory (APL) di Laurel, Maryland, Amerika Serikat (AS), tim misi Dragonfly baru-baru ini melewati tonggak utama usai berhasil melewati semua persyaratan teknis dan standar Tinjauan Desain Awal atau Preliminary Design Review (PDR) selama seminggu dan selesai pada 3 Maret lalu.

"APL, Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, Lockheed Martin, dan semua mitra kami benar-benar bersatu untuk memberikan dasar teknis yang kredibel. Kesetiaan dan pemikiran yang masuk ke dalam setiap keputusan dikomunikasikan dengan jelas dan membentuk fondasi yang kokoh untuk membangun tim," kata Bobby Braun, kepala Sektor Eksplorasi Luar Angkasa APL.

Dalam hal ini, PDR sendiri mencakup topik seperti desain pesawat ruang angkasa, persyaratan misi, rencana sains, jadwal, biaya, dan risiko. PDR menyertakan lebih dari 60 presentasi kepada panel pakar eksternal yang bertugas mengevaluasi dan menilai kemajuan misi untuk NASA. Sementara, APL dipilih lantaran merekalah yang mengelola misi dan akan membangun serta mengoperasikan pendarat Dragonfly.

"Kerja keras tim misi ini telah menghasilkan desain teknis pesawat ruang angkasa yang dapat melakukan sains yang menarik untuk meningkatkan pemahaman kita tentang Titan," kata Lori Glaze, direktur Divisi Ilmu Planet di Markas Besar NASA di Washington, AS.

Sebagai informasi, Dragonfly berpusat pada pendekatan yang akan mengubah permainan untuk eksplorasi planet, menggunakan pendarat rotorcraft untuk melakukan perjalanan antar dan mencicipi beragam situs di dunia misterius ini. Dragonfly menandai pertama kalinya NASA akan menerbangkan kendaraan multi-rotor untuk sains di planet lain. Melansir laman resmi NASA, Dragonfly akan mencirikan kelayakhunian lingkungan Titan dan menyelidiki perkembangan "kimia prebiotik" atau "prebiotic chemistry", yang disebut NASA mengarah pada pembentukan kehidupan, dan bahkan mencari indikasi kimia apakah kehidupan berbasis air atau berbasis hidrokarbon pernah ada di Titan.

Untuk mencapai hal ini, robot rotorcraft Dragonfly akan memanfaatkan gravitasi rendah dan atmosfer padat Titan untuk terbang di antara berbagai titik penelitian di permukaan Titan, yang terpisah sejauh beberapa mil. Hal ini memungkinkan Dragonfly untuk memindahkan seluruh rangkaian instrumennya ke situs baru ketika situs sebelumnya telah selesai dieksplorasi. Tak hanya itu, Dragonfly juga akan menyediakan akses ke sampel di lingkungan dengan beragam sejarah geologis.

Usai berhasil melewati semua persyaratan teknis dan standar PDR, kini NASA akan mempertimbangkan temuan dewan dalam tinjauan konfirmasi akhir tahun ini, memeriksa biaya Dragonfly, jadwal, dan rencana awal yang direkomendasikan ke depan.

"Semua orang bekerja sangat keras untuk memastikan dewan peninjau memiliki ide yang jelas tidak hanya tentang kemajuan besar yang telah kami buat untuk menyelesaikan desain tetapi juga tentang tantangan teknis kami, dan bagaimana kami berencana untuk mengatasinya. Kami sangat senang telah menyelesaikan langkah ini, dan siap untuk melanjutkan pekerjaan kami pada fase selanjutnya dari pengembangan Dragonfly, termasuk pengujian di ruang Titan-environment yang besar di sini di APL selama tahun depan," kata Penyelidik Utama Dragonfly, Zibi Turtle, juga dari APL.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

54 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...

Remake 'The Blair Witch Project' Dijadwalkan Rilis Tahun 2027

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.